SuaraKalbar.id - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah memperingati Hari Lingkungan Hidup Internasional dan Anti Narkotika Sedunia dengan melakukan bersih-bersih di kawasan Tempat Pemakaman Umum Jalan Tjilik Riwut Km 2 Palangka Raya.
Tak disangka, di tengah membersihkan pemakaman tersebut, petugas justru menemukan belasan alat isap sabu.
Alat isap sabu-sabu tersebut seperti sedotan, bong, bekas bungkus sabu, serta botol minuman keras di area pemakaman umum tersebut.
"Kami bersih-bersih di TPU dari sampah-sampah yang berserakan. Namun malah menemukan botol bekas minuman keras, kemudian juga menemukan plastik klip, serta bongyang digunakan untuk mengisap sabu-sabu, cukup banyak," ungkap Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Sumirat di Palangka Raya, Sabtu.
Baca Juga: Satu Orang Diamankan di Samarinda, Polda Kaltim Musnahkan Sabu 48,73 Gram
Jenderal Polri berpangkat bintang itu juga mengungkapkan dengan adanya temuan itu menggambarkan bahwa kawasan pemakaman setempat diduga sering dijadikan tempat penyalahgunaan narkotika oleh sekelompok warga.
Dirinya menuturkan, perlu kepedulian semua pihak untuk turut mengawasi karena temuan benda-benda itu menunjukkan kawasan pemakaman dijadikan tempat hal-hal negatif, salah satunya memakai narkoba.
"Hal seperti ini tak baik ditiru, makanya warga yang berada di kawasan setempat juga harus aktif melakukan pengawasan agar penyalahgunaan narkoba, tidak terjadi lagi di areal tersebut," katanya.
Sumirat mengatakan pihaknya juga akan terus berusaha untuk menekan angka peredaran narkoba di provinsi yang memiliki luas satu setengah kali dari luas Pulau Jawa itu.
Dirinya menekankan, BNNP Kalteng setempat tidak bisa bekerja sendiri dalam mengungkap kasus peredaran narkoba yang ada di masyarakat, tanpa bantuan informasi dari masyarakat setempat.
Baca Juga: Oknum Pegawai Honorer Digerebek Saat Pesta Sabu di Bangunan Bekas Toilet di Sumut
"Konkretnya, kami akan terus berusaha melakukan pengungkapan terhadap peredaran narkotika di Kalteng, tentunya dengan bantuan informasi dari masyarakat. Sebab kami tidak bisa bekerja sendiri dalam menekan peredaran narkoba di daerah ini," jelasnya.
Berita Terkait
-
Tampang Eks Kapolres Ngada AKBP Fajar saat Kenakan Jersey Tahanan Akibat Pencabulan Anak di Bawah Umur
-
Selain Kurma, Bingka Jadi Menu Wajib Warga Palangka Raya saat Berbuka
-
Polri Masih Lakukan Pemeriksaan Dugaan Asusila dan Penyalahgunaan Narkotika Terhadap Kapolres Ngada
-
Bawa Ransel Isi Sabu 14 Kg dan 6.800 Butir Ekstasi, DK Balik Lagi ke Bui
-
Rekam Jejak Riza Nasrul Falah, Ketua Bawaslu Bandung Barat Ngaku Khilaf Diciduk Pesta Sabu: Awalnya Mau Beli Galon!
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Desa Wunut Bagikan THR dan Jaminan Sosial, Bukti Nyata Inovasi Desa Berkat Program BRI
-
Panduan Jelajah Bukit Kelam: Destinasi Wisata di Sintang yang Menakjubkan
-
Mengenal Tradisi Gawai Dayak: Tempat Liburan Sekaligus Menyelami Budaya Lokal
-
Rute Perjalanan Darat dari Pontianak ke Kapuas Hulu: Apa yang Perlu Kamu Siapkan?
-
Kuliner Khas Kalimantan Barat: 7 Makanan yang Wajib Dicoba Saat Liburan