"Kalau ternak sapi ini tidak ada obat dari dalam penyakit akan muda datang, makanya kita kasi obat tradisional, untuk mencegah penyakit itu,"bebernya.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat (Disbunak Kalbar) Muhammad Munsif menjelaskan, pasokan hewan kurban di Kalbar nantinya masih didukung dari luar. Tetapi akan dilakukan secara selektif, mengingat adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Wabah Covid-19 saja kita diatur sedemikian rupa dengan aturan beribadah dan sebagainya. Ini yang kita coba, tapi masih belum final, masih kita diskusikan tetapi yang pasti MUI sudah mengeluarkan edaran dan melarang adanya hewan yang sakit karena secara syar’i harus sehat sempurna, itu tidak akan sukses kalau gerakan langkah penyebaran tidak kita pahami,” katanya.
Ia mengatakan, penyediaan hewan ternak yang menjadi kebutuhan masyarakat harus disiapkan secara hati-hati untuk mengurangi beban, apalagi daerah pemasok yang biasa mendatangkan sapi ke Kalbar sedang berada dalam zona merah.
“Akan ada pengawasan yang sangat ketat, harus ada persetujuan dari kita yang diterbitkan oleh Gubernur yang didasarkan pertimbangan teknis,” ucapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat membeli hewan kurban dari zona hijau. Meski demikian, saat ini sudah ada sembilan kabupaten yang melaporkan adanya kasus.
“Muslim yang ingin berkurban hendaknya mencari hewan ternak dari zona hijau. Kita sedang diskusikan bagaimana kemungkinan berkurban dengan cara yang lain, apabila harus ditampilkan ternak itu tentu perlu cara khusus yang harus kita sepakati pengamanannya. Sehingga selesai Idul Adha tidak terjadi ledakan kasus,”imbaunya.
Untuk diketahui, kebutuhan hewan kurban untuk perayaan Idul Adha 1443 H/2022 M di Kalbar mencapai sekitar 8.000 ekor sapi dan 5.000 kambing.
“Kebutuhan sapi tahun lalu hampir 8.000 ekor sapi. Kebutuhan bisa naik biasanya capai 10-15 persen,”pungkasnya.
Baca Juga: Apa itu Kasus PMK Sapi? Penyakit Menular Menyerang Hewan Ternak di Indonesia
Kontributor: Diko Eno
Berita Terkait
-
Apa itu Kasus PMK Sapi? Penyakit Menular Menyerang Hewan Ternak di Indonesia
-
Musim PMK, Pemkab Sleman Akui Ketersediaan Hewan Kurban Masih Terbatas
-
Pemkab Kuningan 'Lockdown' Wilayah Episentrum Wabah Penyakit Mulut dan Kuku
-
Bangun Hunian Mewah, Wanita Keluhkan Tetangga Malah Bangun Kandang Sapi di Samping Rumah, Tuain Pro Kontra Publik
-
Atasi Serta Mencegah Penyakit Mulut dan Kuku, Ganjar Inisiasi Gerakan Jogo Ternak
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026
-
BRI Dorong Nasabah Kenali Peluang Investasi Syariah di Tengah Dinamika Pasar
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026