SuaraKalbar.id - Warga Mempawah, Kalimantan Barat menolak pergantian nama Pelabuhan di Pantai Kijing, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah diberi nama Pelabuhan Tanjungpura yang sebelumnya bernama Pelabuhan Internasional Kijing.
Padahal pada tanggal 13 April 2022 lalu, warga bersama pemerintah Kabupaten Mempawah serta DPRD Mempawah melakukan rapat terkait hal itu. Bahkan ditandatangani oleh Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, Anggota DPRD Mempawah Dapil Sungai Kunyit, Anwar dan Syarif Latif bahwa nama yang diusulkan yakni Pelabuhan Internasional Kijing Mempawah.
"Tujuan kami sebenarnya ke dewan, karena hasil rapat perubahan nama pelabuhan kemarin itu kan termasuk ada dewan, wakil Bupati dan para stakeholder," kata Mahrudin, warga mempawah kepada Suara.com, Senin (8/8/2022).
Mahrudin juga mengungkapkan rasa kesalmya terhadap Gubernur Kalbar, Sutarmidji. Dia menilai, Sutarmidji tak berpihak kepada kearifan lokal, sebab masyarakat mengusulkan nama Pelabuhan Internasional Kijing namun diputuskan menjadi Pelabuhan Tanjungpura.
“Masyarakat merasa dibodohi terkait kesepakatan nama Pelabuhan Terminal Kijing menjadi Pelabuhan Tanjungpura. Kami geram dan kecewa,"kesalnya.
“Kita kesal, semaunya merubah nama pelabuhan Internasional Kijing menjadi Pelabuhan Tanjungpura. Semulanya sudah disepakati dan ditandatangani,”sambungnya lagi.
Mahrudin memastikan akan kembali mempertanyakan keoada pihak-pihak yangbterkait terhadap pergantian nama pelabuhan itu.
"Kami konfirmasi ke dewan terkait itu untuk menyikapi hai itu, yang jelas kami ingin mempertanyakan masalah hasil rapat kemarin itu, kenapa bisa jadi berubah,"ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Sungai Kunyit, Andi Fatiwan juga ikit menolak terhadap pergantian nama Pelabuhan Kijing menjadi Pelabuhan Tanjungpura.
Baca Juga: Warga Kapuas Hulu Terdampak Banjir Butuh Bantuan Darurat: Makanan, Selimut, dan Obat-obatan
Sebelum diresmikan nama pelabuhan, Andi berharap nama yang diusulkan oleh masyarakat itu tidak lagi diubah.
Dia katakan dari proses pembangunan proyeknya berjalan dari nol hingga hampir rampung di dalam kontrak kerja tender proyek tak ada yang namanya Pelabuhan Tanjungpura.
“Jangan kecewakan masyarakat dengan menghilangkan sejarah nama yang sudah dikenal dan disepakati bersama pemerintah daerah kabupaten, anggota dewan dan masyarakat sungai kunyit, sendiri,”tutupnya.
Kontributor: Diko Eno
Tag
Berita Terkait
-
Warga Kapuas Hulu Terdampak Banjir Butuh Bantuan Darurat: Makanan, Selimut, dan Obat-obatan
-
13 Ribu Lebih Warga di Kapuas Hulu Kalimantan Barat Terdampak Banjir
-
Pontianak Fashion Week Resmi Digelar Akhir Agustus Begini Cara Daftarnya
-
Bengkayang Juara Pertama Lomba Busana Adat Daerah HKG PKK Provinsi Kalbar
-
Ketapang Banjir Akibat Hujan Deras, Motor Mogok Hingga Mobil Hanyut Terseret Arus
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas
-
UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah