Bella
Senin, 08 Agustus 2022 | 14:07 WIB
Pelabuhan Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat. (Antara/Dedi)

SuaraKalbar.id - Warga Mempawah, Kalimantan Barat menolak pergantian nama Pelabuhan di Pantai Kijing, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah diberi nama Pelabuhan Tanjungpura yang sebelumnya bernama Pelabuhan Internasional Kijing.

Padahal pada tanggal 13 April 2022 lalu, warga bersama pemerintah Kabupaten Mempawah serta DPRD Mempawah melakukan rapat terkait hal itu. Bahkan ditandatangani oleh Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, Anggota DPRD Mempawah Dapil Sungai Kunyit, Anwar dan Syarif Latif bahwa nama yang diusulkan yakni Pelabuhan Internasional Kijing Mempawah.

"Tujuan kami sebenarnya ke dewan, karena hasil rapat perubahan nama pelabuhan kemarin itu kan termasuk ada dewan, wakil Bupati dan para stakeholder," kata Mahrudin, warga mempawah kepada Suara.com, Senin (8/8/2022).

Mahrudin juga mengungkapkan rasa kesalmya terhadap Gubernur Kalbar, Sutarmidji. Dia menilai, Sutarmidji tak berpihak kepada kearifan lokal, sebab masyarakat mengusulkan nama Pelabuhan Internasional Kijing namun diputuskan menjadi Pelabuhan Tanjungpura.

“Masyarakat merasa dibodohi terkait kesepakatan nama Pelabuhan Terminal Kijing menjadi Pelabuhan Tanjungpura. Kami geram dan kecewa,"kesalnya.

“Kita kesal, semaunya merubah nama pelabuhan Internasional Kijing menjadi Pelabuhan Tanjungpura. Semulanya sudah disepakati dan ditandatangani,”sambungnya lagi.

Mahrudin memastikan akan kembali mempertanyakan keoada pihak-pihak yangbterkait terhadap pergantian nama pelabuhan itu.

"Kami konfirmasi ke dewan terkait itu untuk menyikapi hai itu, yang jelas kami ingin mempertanyakan masalah hasil rapat kemarin itu, kenapa bisa jadi berubah,"ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Sungai Kunyit, Andi Fatiwan juga ikit menolak terhadap pergantian nama Pelabuhan Kijing menjadi Pelabuhan Tanjungpura.

Baca Juga: Warga Kapuas Hulu Terdampak Banjir Butuh Bantuan Darurat: Makanan, Selimut, dan Obat-obatan

Sebelum diresmikan nama pelabuhan, Andi berharap nama yang diusulkan oleh masyarakat itu tidak lagi diubah.

Dia katakan dari proses pembangunan proyeknya berjalan dari nol hingga hampir rampung di dalam kontrak kerja tender proyek tak ada yang namanya Pelabuhan Tanjungpura.

“Jangan kecewakan masyarakat dengan menghilangkan sejarah nama yang sudah dikenal dan disepakati bersama pemerintah daerah kabupaten, anggota dewan dan masyarakat sungai kunyit, sendiri,”tutupnya.


Kontributor: Diko Eno

Load More