SuaraKalbar.id - Seorang pria berinisial R diamankan petugas kepolisian karena diduga melakukan pungutan tarif parkir yang tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur pada Peraturan Daerah No 8 Tahun 2020 Tentang Retribusi Jasa Umum.
R diduga melakukan pungutan sebesar Rp 10 ribu per mobil di kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak, Kalimantan Barat.
Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Dwikora mengamankan R setalah aksinya terkait pungutan tarif parkir di kawasan pelabuhan dwikora pontianak, senin (29/08/2022) pukul 21.30 wib viral di media sosial.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak IPTU Andika Wahyutomo Putra didampingi Kanit Reskrim IPDA Mujiono turun langsung ke TKP mengamankan diduga pelaku yang melakukan pungutan tarif parkir yang tidak sesuai dengan ketentuan tersebut.
"Benar, Kami mengamankan seorang pria berinisial R dan kami lakukan pembinaan kepada yang bersangkutan di duga pelaku yang melakukan pungutan parkir yang tidak sesuai ketentuan di kota pontianak khususnya di kawasan pelabuhan dwikora." kata kanit reskrim.
"Yang bersangkutan kami berikan penjelasan dan pemahaman terkait Peraturan Daerah No 8 Tahun 2020 Tentang Retribusi Jasa Umum." ungkap Mujiono.
Selanjutnya, R diberikan peringatan dan membuat surat pernyataan agar dikemudian hari tidak mengulangi perbuatan penarikan tarif parkir yang tidak sesuai dengan Peraturan Daerah No 8 Tahun 2020 Tentang Retribusi Jasa Umum.
"Kejadian ini sangat menyakiti hati masyarakat dan kami merespon ini untuk memastikan bahwa pihak Kepolisian tidak mentolerir terhadap siapapun yang melakukan aksi pungutan liar terhadap masyarakat. Jadi kami menghimbau kepada masyarakat, apabila ada petugas parkir liar yang melakukan hal tersebut silahkan lapor." jelas Mujiono
Sementara itu, terduga pelaku mengakui perbuatan dan kesalahannya serta meminta maaf kepada warga masyarakat dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Sebagai informasi, Peraturan Daerah No 8 Tahun 2020 Tentang Retribusi Jasa Umum, mulai tanggal 1 juni 2021 menetapkan Tarif Parkir di tepi Jalan Umum sebagai berikut:
Roda Dua (Motor): Rp. 2000,-
Roda Empat: Rp. 3.000,-
Roda Empat (Di atas 1 ton): Rp.5.000,-
Roda Enam Ke Atas: Rp. 6.000,-
Berita Terkait
-
Oknum Tukang Parkir di Pelabuhan Dwikora Pontianak Pasang Tarif Rp 10 Ribu per Mobil, Dishub Beri Penjelasan
-
Supir Truk Demo Tak Dapat Beli BBM Solar, Ini Penjelasan Bisnis Unit Head SPBU Wajok Hilir
-
Sistem Pengisian BBM Solar Rusak, Puluhan Warga Wajok Hilir Mempawah Unjuk Rasa, Minta Agar BBM Solar Dijual Manual
-
Viral Harga Parkir Kendaraan di Pelabuhan Dwikora Pontianak Capai Rp 10 Ribu Per Mobil, Warga Protes: Banyak Mafia
-
Misterius, Pamit Ikut Panjat Pinang, Pemuda di Pontianak Ditemukan Tewas di Bawah Pohon Pinang Tempat Warga Gelar Lomba
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak
-
Pendapatan Hampir Sesuai Target, Mengapa Ada Rp138 Miliar Dana Tersisa di APBD Pontianak?
-
Tak Terhalang Batas Negara, Dayak Bidayuh RI dan Malaysia Bersatu di Gawia Sowa 2026
-
Sering Belanja di Malaysia? Ini Barang Elektronik yang Bisa Dibawa Masuk lewat Entikong Tanpa Biaya
-
Daya Beli dan Industri Menjaga Ekonomi Kalbar Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global