SuaraKalbar.id - Viral video seorang guru melakukan tindak kekerasan dengan menganiaya siswa yang berlokasi di SMAN 2 Poso, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (15/10/22).
Lewat video yang dibagikan akun Twitter @irwan2yah, seorang guru laki-laki yang berbadan besar tampak menunggu sejumlah siswa yang belum masuk di depan pintu kelas.
Tak berselang beberapa detik, datang seorang siswa laki-laki yang di duga terlambat masuk kelas kemudian diam menghadap guru tersebut.
Terlihat sangat kesal dengan sang siswa, sang guru kemudian menyuruh siswa itu untuk masuk sambil memberikan beberapa pukulan yang cukup kencang pada bahu siswa.
Tak hanya itu, saat siswa itu baru masuk beberapa langkah, sang guru yang sudah tak dapat memendam emosinya lantas melempari siswa dengan tas miliknya yang terlihat sangat berat hingga membuat siswa tersebut terpantul ketika terkena lemparan tas.
Meskipun terlihat tak berani melawan, sang siswa tersebut kemudian berhenti di tempat dan menatap tajam ke arah sang guru yang membuat guru tersebut menyusul dan kembali memberikan tinjuan ke arah wajah siswa.
Sangat kesal dengan siswa tersebut, akhirnya sang guru meminta siswa itu untuk keluar dan tidak mengikuti kelas yang diajar olehnya.
“Ambil tas, pulang,” ucap guru tersebut kepada sang siswa sambil menunjuk wajah siswa.
Tak hanya itu, pada potongan video lainnya terlihat sang guru turut menahan seorang siswa lainnya ketika lewat di depan kelas sambil membawa sesuatu benda.
Baca Juga: Merek di Mobil Besar Ini Bikin Salfok, Warganet: Rendah Diri
Turut kesal dengan siswa tersebut, guru itu lantas menahan siswa sambil mengambil barang yang dipegang oleh siswa dan kemudian melempar benda tersebut ke sembarang arah.
Usai melakukan tindakan tersebut, sang guru kemudian menarik paksa siswa tersebut untuk masuk ke dalam kelas dan kemudian memberikan tendangan yang cukup kencang sambil terus memarahi siswa.
Menurut pemilik akun @irwan2yah, video tersebut telah viral di sejumlah sosial media warga Poso dan saat ini pihak bersangkutan tengah dijadwalkan untuk diperiksa oleh Dinas Pendidikan setempat.
“Usai Aniaya Siswa dalam Kelas, Dinas Pendidikan Jadwalkan Pemeriksaan Oknum Guru SMAN 2 Poso. Aksi kekerasan Oknum Guru SMAN 2 Poso menjadi sorotan dan viral. Kekerasan Oknum Guru SMAN 2 Poso itu viral setelah diposting berbagai akun facebook warga Poso, Sulawesi Tengah,” tulis @irwan2yah
Kontributor: Maria
Berita Terkait
-
Merek di Mobil Besar Ini Bikin Salfok, Warganet: Rendah Diri
-
Singgung Tudingan Intervensi Agama Farel Prayoga, Gus Miftah sebut Agama Bukan Privasi
-
Sempat Ditolak, Brigadir J dan Putri Candrawathi Berbincang 15 Menit di Kamar Pribadi
-
Bak Sudah Pasang Badan, Kuat Ma'ruf Siapkan Pisau di Tas Buat 'Jaga-jaga' Kalau Brigadir J Melawan
-
Gagal Jadi Contoh, Oknum Guru Malah Tendang sampai Lempar Tas ke Murid di Depan Kelas, Tuai Pro Kontra
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Korban Bertambah, Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Sekadau Kini Seret Keponakan 10 Tahun
-
Katalog Promo Indomaret Terbaru, Serba Gratis! Salonpas Beli 1 Gratis 1, Teh Botol hingga Bebelac
-
5 Tips Berburu Sarapan Enak di Pontianak, Datang Lebih Pagi Sebelum Menu Favorit Habis
-
5 Filosofi Bubur Pedas Sambas yang Jarang Diketahui, Nomor 3 Sarat Makna Kehidupan
-
Nasib Orangutan yang Tersesat di Kebun Warga Ketapang, Dievakuasi ke Gunung Palung