SuaraKalbar.id - Beberapa waktu lalu beredar video yang menampakan modus baru pemalsuan uang dengan beredarnya uang mutilasi.
Dalam video yang beredar, terlihat setidaknya terdapat empat lembar uang pecahan Rp 100 ribu rupiah yang telah dipotong-potong dan kemudian digabung dengan uang palsu.
Pada video yang berdurasi 51 detik tersebut, terlihat tiap lembar uang pecahan Rp 100 ribu rupiah tersebut memiliki sobekan yang terbagi menjadi tiga bagian yang kemudian disatukan dengan lem.
Secara sekilas, tidak terlihat adanya perbedaan dari tiap potongan uang yang telah disatukan kembali tersebut, namun dalam video terdengar seorang wanita menjelaskan terdapat perbedaan yang cukup jelas mengenai modus pemalsuan uang tersebut.
“Nomor serinya beda, (sebelah kiri) ini nomornya 97, (sebelah kanan) ini nomornya 92. Semuanya pasti beda,” jelas wanita dalam video tersebut.
Terlihat jelas, dalam selembar uang yang telah digabungkan menjadi satu tersebut terlihat adanya perbedaan seluruh nomor seri antara bagian kiri dan kanan uang tersebut dan dapat dipastikan uang tersebut tidak akan diterima oleh bank jika ingin melakukan penukaran uang yang robek karena separuh dari uang tersebut diduga adalah uang palsu.
Menanggapi beredarnya modus uang mutilasi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, N. A. Anggini Sari, menyebutkan bahwa sebenarnya uang yang robek dapat ditukarkan dengan uang baru di Bank Indonesia apabila masih mencapai 2/3 bagian namun wajib diikuti syarat lainnya.
“Uang rusak yang fisiknya tidak utuh bisa ditukarkan kembali jika bila disatukan masih mencapai 2/3 bagian uang dan nomor seri sama. Kalau kita lihat divideo jelas nomor seri berbeda, sehingga tidak bisa ditukarkan ke bank,” kata Anggini kepada suarakalbar.id, Selasa.
Selain itu, Anggini tak dapat memastikan bahwa separuh uang yang ada di dalam video tersebut merupakan uang palsu namun dirinya menduga hal tersebut memang disengaja oleh sejumlah oknum untuk melakukan manipulasi agar uang yang tidak layak edar tersebut masih dapat digunakan untuk bertransaksi.
Baca Juga: Resmi Tersangka Gratifikasi dan TPPU, Eko Darmanto dan Istri Dicekal KPK
Meskipun demikian, dengan tegas Anggini turut menduga bahwa uang tersebut memiliki kemungkinan telah beredar di masyarakat dan menyebutkan uang rusak yang digabungkan namun tidak memiliki nomor seri yang sama tetap tidak dapat digunakan untuk bertransaksi karena tidak layak edar.
“Kemungkinan ada sebagian kecil yang beredar di masyarakat, tetapi secara masif BI dan Perbankan telah mengantisipasi peredaran uang tersebut dengan melalui sosialisasi terkait ketentuan PADG Penukaran ekstern yang mengatur mengenai hal ini,” pungkasnya.
Kontributor : Maria
Berita Terkait
-
Resmi Tersangka Gratifikasi dan TPPU, Eko Darmanto dan Istri Dicekal KPK
-
Terbukti Gelapkan Uang Rp 750 Juta, Sekjen MOC Solo Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara
-
Sidang Vonis Ditunda, Keluarga Angela Menanti Hukuman Mati untuk Ecky Listiantho
-
Awas Kena Tipu! Uang Rupiah 'Mutilasi' Marak di Masyarakat
-
Bos PT RDG Gibrael Isaak Diduga Diperintah Lukas Enembe Bawa Uang Miliaran ke Jakarta dan Luar Negeri
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Mengurangi Flek Hitam pada Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 7 Rekomendasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026, Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan
-
Kemenhut Tangkap DPO Pemodal Illegal Logging di Kalteng Setelah 3 Bulan Buron
-
Arahan Prabowo Perluas Rekening Masyarakat, BRI Siapkan Infrastruktur hingga Pelosok
-
Posko Solidaritas Rakyat Borneo Salurkan 8.260 Masker untuk Warga Terdampak Asap Karhutla
-
BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset