SuaraKalbar.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pontianak, Kalimantan Barat, resmi menyiapkan dua Bus Rapid Transit (BRT) gratis untuk mengangkut para pelajar menuju sekolah. Kepala Dishub Pontianak, Yuli Trisna Ibrahim, menyatakan bus ini akan segera beroperasi untuk membantu mempermudah akses pelajar ke sekolah-sekolah yang berada di rute yang telah ditentukan.
"Dua bus tersebut akan berangkat dari Dishub Pontianak mulai pukul 05.30 dan 05.35 WIB. Bus ini gratis untuk siswa dan operasionalnya akan segera diluncurkan," ujar Yuli di Pontianak, Minggu.
Yuli menjelaskan bahwa armada BRT yang disediakan dapat bertambah jika jumlah pelajar yang menggunakan layanan ini meningkat. "Kami akan lihat perkembangannya nanti, jika memang jumlah siswa yang menggunakan BRT meningkat maka akan kami tambah armadanya," jelasnya.
Bus ini diharapkan dapat mempermudah mobilisasi pelajar yang berada di jalur-jalur yang dilalui BRT. Rute BRT akan dimulai dari Dishub Pontianak di Jalan Alianyang dan melalui beberapa jalur utama seperti KH Wahid Hasyim, H Rais A Rahman, Hasanuddin, Kom Yos Sudarso, hingga Jembatan Nipah Kuning. Bus kemudian akan kembali ke Dishub melalui rute yang sama.
"Ada beberapa sekolah yang dilalui oleh BRT, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK. Saat ini, jadwal operasional BRT hanya pada pagi hari untuk mengangkut pelajar ke sekolah. Kami akan melihat ke depannya apakah perlu juga mengoperasikan bus pada siang hari sesuai dengan jadwal pulang sekolah," tambah Yuli.
Yuli Trisna Ibrahim juga mengimbau seluruh sekolah di Pontianak untuk mensosialisasikan layanan BRT gratis ini kepada para siswa. Hal ini bertujuan agar siswa yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) tidak mengendarai kendaraan bermotor sendiri ke sekolah.
"Kami ingin mencegah siswa yang belum memiliki SIM untuk tidak mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah. Dengan adanya BRT ini, pelajar bisa lebih aman dan nyaman berangkat ke sekolah," pungkasnya.
Program BRT gratis ini merupakan upaya Dishub Pontianak untuk mendukung keamanan dan kenyamanan siswa dalam bertransportasi, sekaligus mengurangi potensi pelanggaran lalu lintas di kalangan pelajar.
Baca Juga: Siswi Kelas 3 SMP di Pontianak Diperkosa Ayah Kandungnya Sendiri
Berita Terkait
-
Siswi Kelas 3 SMP di Pontianak Diperkosa Ayah Kandungnya Sendiri
-
Survei LSI: Edi-Bahasan Menang Telak, Pilkada Pontianak Satu Putaran?
-
Terekam CCTV! Maling Kardus Beraksi di Pontianak, Netizen: Demi Depo?
-
Pemkot Pontianak Promosikan Wisata dan Kuliner ke Rombongan Majlis Daerah Limbang Sarawak
-
Mau Ikut Tari Jepin Massal di Pontianak? Ini Link Pendaftarannya!
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
5 Sepatu Lari Terbaik untuk Lari Santai di Waterfront Kapuas Pontianak saat Sore Hari
-
Jokowi Bakal Main Film Kolosal Dayak? Panglima Jilah Sebut Jadi Pemeran Utama
-
Operasi Pasar Murah Pontianak 2026, 6.000 Paket Sembako Dijual Jelang Idul Adha
-
Kalimantan Barat Jadi Penyumbang Titik Panas Terbesar, Karhutla Dikhawatirkan Meluas
-
Kasus Dugaan Asusila Guncang PSHT Pontianak, Dua Remaja Disebut Jadi Korban