- Pertamina menjamin stok BBM di Papua aman selama Ramadan 2026 setelah perencanaan awal sejak Februari 2026.
- Ketahanan stok rata-rata mencapai 11 hingga 29 hari untuk berbagai jenis BBM di 21 terminal.
- Pertamina meningkatkan pelayanan di SPBU termasuk fasilitas ibadah, mengatasi tantangan distribusi geografis Papua.
SuaraKalbar.id - Pertamina memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Tanah Papua dalam kondisi aman selama Ramadaan 2026. Untuk itu, masyarakat diminta tidak perlu khawatir terkait stok tersebut.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, mengatakan pihaknya telah melakukan perencanaan sejak awal Februari untuk menjaga ketahanan stok di seluruh terminal BBM.
“Wilayah Maluku dan Papua memiliki tantangan tersendiri dalam pendistribusian ke wilayah kepulauan dan pegunungan. Karena itu, kami memastikan stok di terminal BBM tetap terjaga sebagai fondasi kelancaran distribusi hingga ke lembaga penyalur dan masyarakat,” katanya, melansir Antara, Jumat, 20 Februari 2026.
Menurutnya, pada hari pertama puasa, rata-rata ketahanan stok di 21 terminal BBM yang tersebar di wilayah Maluku dan Papua berada pada level aman.
"Di mana untuk jenis solar dan dexlite, ketahanan stok berada di kisaran 11 hari, pertalite 26 hari, pertamax 29 hari, serta minyak tanah dan avtur mencapai 21 hari," ujarnya.
Dia menjelaskan meski angka ketahanan stok tersebut bersifat dinamis karena menyesuaikan suplai yang masuk dan penyaluran ke SPBU, agen minyak tanah, maupun aviation fuel Terminal namun hal tersebut telah di atur agar BBM terus tersedia.
“Setiap hari kami melakukan pemantauan dan perencanaan agar level stok tetap dalam kondisi baik, apalagi dengan tantangan geografis dan jarak tempuh distribusi di wilayah ini,” katanya lagi.
Selain ketersediaan BBM, Pertamina juga meningkatkan pelayanan di SPBU selama Ramadhan dengan menjaga kebersihan toilet dan mushola serta memastikan perlengkapan ibadah dalam kondisi layak.
“Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi layanan maupun pengaduan, dapat menghubungi Pertamina kontact center,” katanya.
Berita Terkait
-
Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah
-
ESDM Pastikan Pasokan FAME Aman, Produksi Biodiesel B50 Ditargetkan Tembus 18 Juta Ton
-
Bia dan Kapak Batu: Potret Gagap Modernitas di Balik Adat Pedalaman Papua
-
Ngaku Bukan Triliuner, Kerry Riza Nyatakan Tak Bisa Bayar Uang Pengganti Rp13,5 Triliun
-
Prabowo Ungkap Temuan Harta Karun Baru dari BRIN dan TNI: Cadangan Emas Raksasa di Papua
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
BRI Hadirkan ORI030, Investasi ORI dengan Kupon Tetap Hingga 7,00%
-
BRI Peduli Dorong KWT Bogor Naik Kelas Lewat Inovasi Olahan Pala
-
BRI dan Danantara Perkuat Fundamental, Cost of Fund Turun ke 2,33%
-
BRI dan Danantara Perkuat Transformasi, Dividen Jumbo Capai Rp52,1 Triliun
-
Perkuat Tata Kelola, BRI Terapkan Zero Tolerance untuk Fraud dan Korupsi