- Petugas Lapas Sintang menggagalkan penyelundupan sabu dalam paket makanan titipan.
- Petugas menemukan tiga paket sabu yang disembunyikan rapi dalam kemasan sambal tahu.
- Polres Sintang menindaklanjuti temuan tersebut untuk penyelidikan lebih lanjut.
SuaraKalbar.id - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sintang menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu. Barang haram tersebut disisipkan dalam barang titipan untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
"Kejadian ini terjadi pada Senin (17/11) ketika dua pengunjung datang membawa paket makanan untuk salah satu WBP," kata Kepala Lapas Kelas IIB Sintang, Mohamad Rizal Fuadi, melansir Antara, Rabu 19 November 2025.
Dirinya mengatakan kecurigaan petugas muncul saat memeriksa bungkusan makanan yang dikemas tidak lazim.
"Kemasan sambal tahu tersebut tampak berbeda dari biasanya. Ketika diperiksa lebih teliti, petugas menemukan kantong klip kecil yang diduga berisi narkotika," ujarnya.
Pemeriksaan lanjutan dilakukan secara menyeluruh. Dari dalam bungkusan makanan itu, petugas menemukan tiga paket sabu yang disembunyikan dengan cara yang rapi untuk mengelabui pemeriksaan.
Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Polres Sintang untuk penyelidikan lebih lanjut dan pengembangan terhadap pihak yang terlibat.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat, Jayanta, menilai langkah cepat dan ketelitian petugas merupakan bukti profesionalitas jajaran pemasyarakatan di Kalbar.
"Tidak ada ruang, celah, atau kompromi bagi peredaran narkoba di dalam Lapas maupun Rutan. Saya bangga atas ketelitian petugas yang mampu membaca modus-modus baru para penyelundup," ujarnya.
Keberhasilan ini selaras dengan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat pemberantasan narkoba di seluruh satuan kerja pemasyarakatan.
"Penyelundupan melalui barang titipan seperti makanan bukan hal baru. Karena itu, kami terus memperbarui pola pengawasan, memperketat pemeriksaan, serta memaksimalkan pemanfaatan intelijen pemasyarakatan," jelasnya.
Berita Terkait
-
BNN Sita Narkotika Senilai Rp211,4 Miliar dalam Operasi Saber Bersinar
-
Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!
-
Gagal Edar di Jakarta! Polda Metro Sikat 32 Kg Sabu 'Kiriman' Malaysia di Apartemen Sayana Bekasi
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dua Tahun 'Main Cantik' di Kantor Camat, Pegawai PPPK di Bogor Ketahuan Pakai Sabu Sejak 2024
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
5 Sepatu Lari Terbaik untuk Lari Santai di Waterfront Kapuas Pontianak saat Sore Hari
-
Jokowi Bakal Main Film Kolosal Dayak? Panglima Jilah Sebut Jadi Pemeran Utama
-
Operasi Pasar Murah Pontianak 2026, 6.000 Paket Sembako Dijual Jelang Idul Adha
-
Kalimantan Barat Jadi Penyumbang Titik Panas Terbesar, Karhutla Dikhawatirkan Meluas