- Pembangunan RSUD Tuan Besar Syarif Idrus ditargetkan rampung akhir 2025 agar dapat beroperasi awal 2026.
- Tantangan utama saat ini adalah pemenuhan sumber daya manusia kesehatan, khususnya dokter spesialis di Kubu Raya.
- Rumah sakit tersebut direncanakan menyediakan layanan unggulan fokus pada penanganan kanker, jantung, dan stroke.
SuaraKalbar.id - Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Tuan Besar Syarif Idrus ditargetkan selesai akhir tahun 2025. Dengan demikian, rumah sakit tersebut dapat beroperasi awal tahun 2026.
Demikian dikatakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam, melansir Antara, Minggu 7 Desember 2025.
"Hasil evaluasi berdasarkan data terkini menunjukkan progres pembangunan RSUD TBSI cukup optimistis dapat selesai tahun ini. Termasuk dukungan perizinan dan sarana pendukung seperti listrik, jaringan telekomunikasi, serta air bersih," katanya.
"Kita optimis akhir tahun seluruhnya siap sehingga RSUD TBSI bisa beroperasi pada awal 2026," sambungnya.
Pembangunan infrastruktur rumah sakit telah berjalan sesuai rencana dan menunjukkan capaian signifikan. Namun, tantangan masih ditemukan pada pemenuhan sumber daya manusia kesehatan (SDMK), terutama tenaga dokter spesialis.
Pemkab Kubu Raya, katanya, terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan tenaga medis dan nonmedis terpenuhi.
"Kita berkomitmen memprioritaskan kebutuhan SDMK, termasuk melalui formasi CPNS ke depan. Ini penting agar rumah sakit dapat beroperasi dengan optimal," ujarnya.
RSUD TBSI nantinya akan menyediakan layanan unggulan untuk menangani sejumlah penyakit prioritas seperti kanker, jantung, dan stroke. Ia menilai tiga penyakit tersebut merupakan penyebab utama masalah kesehatan yang sering berdampak sosial dan ekonomi pada masyarakat.
"Penyakit ini cukup banyak diderita masyarakat dan dapat menyebabkan multiplier effect, termasuk risiko rumah tangga jatuh miskin. Karena itu, layanan unggulan ini menjadi penting untuk kita siapkan," ucapnya.
Asisten Deputi Kemenko PMK, Redemtus Alfredo Sani Fenat, menyebut Kubu Raya termasuk daerah dengan capaian terbaik di antara 12 kabupaten/kota penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk mendukung program tersebut.
"Kami melihat progresnya sangat baik dan optimis dapat selesai tepat waktu. Kubu Raya termasuk yang berada di papan atas," jelasnya.
Dirinya memastikan pemerintah pusat siap memberikan dukungan sesuai kewenangan, termasuk fasilitasi kebutuhan listrik, akreditasi rumah sakit, serta proses kredensialing dengan BPJS Kesehatan.
"Masih ada beberapa hal yang perlu diselesaikan dalam beberapa minggu ke depan dan itu wajar sebagai bagian akhir dari program. Kami optimis Pemkab Kubu Raya dapat menuntaskannya, dan pemerintah pusat siap mendukung agar program ini berjalan sesuai harapan," kata Alfredo.
Berita Terkait
-
Film Horor 402: Rumah Sakit Angker Korea Hadirkan Ritual Jelangkung dengan Mantra Berbahasa Korea
-
Prabowo Ungkap Target Besar Kesehatan Nasional, 350 Rumah Sakit Akan Dimodernisasi
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Terobosan Baru Penanganan Kanker Hati dan Pankreas Tanpa Bedah
-
Remake Gonjiam Versi Indonesia, Sehoror Apa 402 Rumah Sakit Angker Korea?
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Mengapa Anak di Bawah Umur Masih Bisa Masuk Tempat Hiburan Malam di Pontianak?
-
Kedepankan Pendekatan Advisory, BRI Raih Global Private Banking Innovation Awards 2026
-
BRI Catat Pertumbuhan 29,4%, Registrasi BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
-
11 Tahun Teras Kapal BRI, Hadirkan Layanan Perbankan Hingga Pulau Terluar
-
Dukung Program Tiga Juta Rumah, BRI Catat Penyaluran KPP Terbesar di Indonesia