- Akses jalan nasional Medan-Aceh di Aceh Tamiang telah kembali normal pasca lumpuh akibat longsor dan banjir lumpur beberapa waktu lalu.
- Normalisasi jalan berhasil dilakukan oleh tim Ditjen Bina Marga Kementerian PU setelah sempat terputus total sejak 27 November 2025.
- Normalisasi memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat Aceh Tamiang yang sempat lumpuh total selama tiga hingga tujuh hari akibat material longsor.
SuaraKalbar.id - Akses jalan nasional yang menghubungkan Medan-Aceh melalui wilayah Aceh Tamiang kini kembali normal dan dapat dilalui kendaraan setelah sempat lumpuh akibat longsor dan banjir lumpur beberapa waktu lalu.
Normalisasi jalan dilakukan berkat kerja cepat tim dari Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang turun langsung ke lokasi bencana.
Sebelumnya, kondisi jalan nasional tersebut sempat terputus total sejak 27 November 2025. Material longsor dan lumpur dengan ketinggian mencapai satu lutut orang dewasa menghambat arus lalu lintas dan membuat kendaraan tidak bisa melintas selama beberapa hari.
"Di awal-awal titik bencana, sebelumnya jalan ini lumpuh total, dari mulai longsor hingga lumpur. Sehingga jalannya terhambat sewaktu bencana itu,” ujar Yogi, driver mobil rental rute Medan-Aceh, Jumat 2 Januari 2026.
Yogi mengatakan, kehadiran tim dari Ditjen Bina Marga sangat membantu masyarakat dan pengguna jalan, terutama pengemudi lintas provinsi yang setiap hari mengandalkan jalur tersebut.
"Adanya tim dari petugas Ditjen Bina Marga, Kementerian PU yang turun untuk membantu membereskan longsor dan lumpur, sehingga perjalanan ini kondusif seperti semula," ujarnya.
Ia menjelaskan, saat kejadian awal, lumpur menutup badan jalan cukup parah. Akibatnya, aktivitas transportasi lumpuh hingga berhari-hari dan berdampak langsung pada sektor ekonomi masyarakat.
"Waktu pertama kejadian itu, lumpur sampai sekitar satu lutut, bahkan lebih. Jalan ini tidak bisa dilalui, aktivitas terhambat, lumpuh selama tiga hari bahkan sampai seminggu," ucap Yogi.
Menurutnya, terhentinya akses jalan nasional tersebut menimbulkan kerugian besar, mulai dari pemborosan bahan bakar, keterlambatan pekerjaan, hingga melemahnya perputaran ekonomi masyarakat.
"Ruginya aktivitas itu terhambat. Pekerjaan lumpuh sehingga ekonomi melemah. Saya kan sehari-harinya menggunakan jalan ini dari Medan, Tamiang, menuju Banda Aceh," ungkapnya.
Yogi berharap pemerintah terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya warga Aceh Tamiang yang kerap terdampak banjir dan bencana alam.
"Saya harap dari pemerintah peduli terhadap rakyat di seluruh wilayah Aceh Tamiang yang terdampak banjir selama ini. Dengan adanya tim-tim Kementerian PU dan rekan-rekannya yang disediakan pemerintah, perjalanan ini kembali lancar dan kondusif seperti semula," jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan semangat kepada para petugas yang telah bekerja tanpa lelah di lapangan.
"Selalu semangat untuk petugas yang tidak mengenal lelah membantu akses dan penanganan bencana ini. Semoga selalu sehat, termasuk keluarga yang di rumah,” tutup Yogi.
Amatan di lokasi Jalan Aceh Tamiang yang sebelumnya terputus akibat lumpur tebal, kini sudah dilintasi pengendara mobil dan sepeda motor. Kondisi ini membuat aktivitas ekonomi perlahan bangkit di Aceh Tamiang. Warga mulai berjualan dan pasar-pasar tradisional mulai ramai.
Berita Terkait
-
4 Pilihan Sepatu Adidas Tanpa Tali Super Empuk, Jalan Kaki Seharian Tetap Nyaman
-
Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton
-
Menteri PU Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dirjen SDA
-
Geger Sumur Bor Keluarkan Api dan Lumpur di Perkebunan Sawit Aceh
-
Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
5 Sepatu Lari Terbaik untuk Lari Santai di Waterfront Kapuas Pontianak saat Sore Hari
-
Jokowi Bakal Main Film Kolosal Dayak? Panglima Jilah Sebut Jadi Pemeran Utama
-
Operasi Pasar Murah Pontianak 2026, 6.000 Paket Sembako Dijual Jelang Idul Adha
-
Kalimantan Barat Jadi Penyumbang Titik Panas Terbesar, Karhutla Dikhawatirkan Meluas
-
Kasus Dugaan Asusila Guncang PSHT Pontianak, Dua Remaja Disebut Jadi Korban