- Aktivitas warga Aceh Tamiang mulai pulih pascabanjir lumpur yang ketinggiannya mencapai plafon toko.
- Warga bekerja keras membersihkan lumpur setinggi paha secara mandiri, kemudian diangkut alat berat.
- Pekerja toko bernama Najwa menyatakan toko beroperasi lagi dua minggu setelah pembersihan dilakukan.
SuaraKalbar.id - Aktivitas warga di Aceh Tamiang yang terdampak banjir lumpur perlahan mulai kembali berjalan. Meski kondisi jalan kini sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya, perjuangan warga untuk memulihkan usaha dan kehidupan sehari-hari masih terasa berat.
Najwa, seorang pekerja toko ponsel di Aceh Tamiang, menceritakan bagaimana kondisi banjir lumpur sempat melumpuhkan aktivitas warga dan membuat mereka harus bekerja ekstra keras untuk membersihkan lingkungan sekitar.
“Tinggi lumpur paling cuma sepaha. Tapi kalau pas waktu-waktu banjir itu, (ketinggian air) udah se-plafon, di atas toko,” ujar Najwa saat ditemui di lokasi, Jumat, 2 Januari 2026.
Dirinya mengaku proses pembersihan pascabanjir tidak mudah dan melibatkan banyak orang. Warga bahu-membahu membersihkan lumpur yang menutup jalan dan ruko.
“Sulit. Kami sampai puluhan orang yang bersihin. Kadang yang perempuan-perempuan nggak kami suruh turun, karena memang berat sekali,” ujarnya.
Najwa menyebut, tokonya baru kembali beroperasi sekitar dua minggu terakhir. Saat itu, kondisi jalan belum sepenuhnya bersih seperti sekarang.
“Baru dua minggu buka toko. Itu pun kondisi jalan belum sebersih ini, ini baru-baru aja,” ungkapnya.
Meski akses jalan kini sudah jauh lebih nyaman dilalui, kata Najwa, namun kondisi tersebut belum sepenuhnya kembali seperti sebelum bencana.
“Oh, udah enakan, Kak. Udah kayak bagus jalannya, walaupun nggak kayak dulu,” ujarnya.
Sebelumnya, jalan di depan toko Najwa sempat sangat sulit dilalui. Lumpur membuat permukaan jalan licin dan membahayakan pengguna jalan.
“Susah dilewatin kemarin. Sempat ada licin, ada yang jatuh juga. Bagian depan toko penuh dengan lumpur,” tuturnya.
Najwa menjelaskan, pada awalnya warga membersihkan lumpur secara mandiri. Lumpur hasil pembersihan sempat ditumpuk di badan jalan sebelum akhirnya diangkut oleh Ditjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Itu kami pribadi yang bersihin. Lumpur ditaruh di jalan dulu. Tapi habis itu dibersihkan pakai alat berat,” jelasnya.
Dirinya berharap ke depan penanganan pascabencana bisa lebih maksimal, terutama dengan penambahan alat berat untuk mengangkut lumpur dan sampah sisa bencana.
“Bisa lebih banyak alat berat untuk ngangkut-ngangkut sampah,” harap Najwa.
Berita Terkait
-
Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai
-
Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T
-
Harapan Warga Muara Angke: Tolong Segera Bangun Tanggul Penahan Banjir Rob!
-
Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui
-
Banjir Rob Ganggu Aktivitas Nelayan Kerang Hijau di Muara Angke, Proses Pengolahan Molor
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
BRI Raih 4 Penghargaan, Perkuat Komitmen Dukung Digitalisasi dan UMKM
-
BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham
-
Sempat Mangkir, Pamar Lubis Kini Ditahan Polda Kalbar
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian