Suhardiman
Selasa, 06 Januari 2026 | 15:01 WIB
Ilustrasi inflasi. [Istimewa].
Baca 10 detik
  • Inflasi tahunan Kalimantan Barat pada Desember 2025 mencapai 1,85 persen, tertinggi di Kayong Utara (2,54 persen) dan terendah di Pontianak (1,50 persen).
  • Penyebab utama inflasi adalah kenaikan harga sembilan kelompok pengeluaran, dominasi makanan, minuman, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.
  • Inflasi tahunan 1,85 persen ini lebih tinggi dibandingkan angka tahun sebelumnya yang tercatat pada Desember 2024 sebesar 1,71 persen.

SuaraKalbar.id - Inflasi year on year (yoy) di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), pada Desember 2025 sebesar 1,85 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) mencapai 108,80.  Hal ini dikatakan oleh Kepala BPS Kalimantan Barat Muh Saichudin.

"Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kayong Utara sebesar 2,54 persen, sedangkan terendah tercatat di Kota Pontianak sebesar 1,50 persen," katanya melansir Antara, Selasa, 6 Januari 2026.

Inflasi terjadi akibat kenaikan harga pada sembilan kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi sebesar 2,87 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,15 persen, serta kelompok pendidikan sebesar 2,45 persen.

Kenaikan harga juga terjadi pada kelompok transportasi sebesar 1,63 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,04 persen, pakaian dan alas kaki sebesar 0,64 persen, kesehatan sebesar 0,61 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,34 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,25 persen.

Dua kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks harga, yakni kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang mengalami deflasi sebesar 0,74 persen serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang turun sebesar 0,38 persen.

"BPS juga mencatat inflasi month to month (mtm) Kalimantan Barat pada Desember 2025 sebesar 0,28 persen, sedangkan inflasi year to date (ytd) hingga Desember 2025 tercatat sebesar 1,85 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi yoy dan ytd pada Desember 2024 yang masing-masing sebesar 1,71 persen," ujarnya.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi tahunan antara lain emas perhiasan, beras, ikan kembung, cabai rawit, telur ayam ras, ikan baung, mobil, serta angkutan udara. Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi di antaranya daging ayam ras, bawang putih, sawi hijau, tomat, ikan bawal, daging babi, dan telepon seluler.

Secara wilayah, katanya, selain Kabupaten Kayong Utara, inflasi yoy juga tercatat di Kabupaten Ketapang sebesar 2,25 persen, Kabupaten Sintang sebesar 2,05 persen, Kota Singkawang sebesar 1,90 persen, dan Kota Pontianak sebesar 1,50 persen. Seluruh daerah cakupan IHK di Kalimantan Barat mengalami inflasi pada Desember 2025.

"Terkait perkembangan inflasi tersebut mencerminkan dinamika harga berbagai komoditas konsumsi masyarakat sepanjang 2025, terutama pada kelompok pangan dan jasa, yang menjadi faktor utama pembentuk inflasi di Kalimantan Barat," kata Saichudin.

Load More