- Inflasi tahunan Kalimantan Barat pada Desember 2025 mencapai 1,85 persen, tertinggi di Kayong Utara (2,54 persen) dan terendah di Pontianak (1,50 persen).
- Penyebab utama inflasi adalah kenaikan harga sembilan kelompok pengeluaran, dominasi makanan, minuman, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.
- Inflasi tahunan 1,85 persen ini lebih tinggi dibandingkan angka tahun sebelumnya yang tercatat pada Desember 2024 sebesar 1,71 persen.
SuaraKalbar.id - Inflasi year on year (yoy) di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), pada Desember 2025 sebesar 1,85 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) mencapai 108,80. Hal ini dikatakan oleh Kepala BPS Kalimantan Barat Muh Saichudin.
"Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kayong Utara sebesar 2,54 persen, sedangkan terendah tercatat di Kota Pontianak sebesar 1,50 persen," katanya melansir Antara, Selasa, 6 Januari 2026.
Inflasi terjadi akibat kenaikan harga pada sembilan kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi sebesar 2,87 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,15 persen, serta kelompok pendidikan sebesar 2,45 persen.
Kenaikan harga juga terjadi pada kelompok transportasi sebesar 1,63 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,04 persen, pakaian dan alas kaki sebesar 0,64 persen, kesehatan sebesar 0,61 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,34 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,25 persen.
Dua kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks harga, yakni kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang mengalami deflasi sebesar 0,74 persen serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang turun sebesar 0,38 persen.
"BPS juga mencatat inflasi month to month (mtm) Kalimantan Barat pada Desember 2025 sebesar 0,28 persen, sedangkan inflasi year to date (ytd) hingga Desember 2025 tercatat sebesar 1,85 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi yoy dan ytd pada Desember 2024 yang masing-masing sebesar 1,71 persen," ujarnya.
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi tahunan antara lain emas perhiasan, beras, ikan kembung, cabai rawit, telur ayam ras, ikan baung, mobil, serta angkutan udara. Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi di antaranya daging ayam ras, bawang putih, sawi hijau, tomat, ikan bawal, daging babi, dan telepon seluler.
Secara wilayah, katanya, selain Kabupaten Kayong Utara, inflasi yoy juga tercatat di Kabupaten Ketapang sebesar 2,25 persen, Kabupaten Sintang sebesar 2,05 persen, Kota Singkawang sebesar 1,90 persen, dan Kota Pontianak sebesar 1,50 persen. Seluruh daerah cakupan IHK di Kalimantan Barat mengalami inflasi pada Desember 2025.
"Terkait perkembangan inflasi tersebut mencerminkan dinamika harga berbagai komoditas konsumsi masyarakat sepanjang 2025, terutama pada kelompok pangan dan jasa, yang menjadi faktor utama pembentuk inflasi di Kalimantan Barat," kata Saichudin.
Berita Terkait
-
Jurus Genjot Ekonomi Digital Daerah, Pangkas Harga Internet hingga Naikkan Bandwidth
-
Luhut Dorong Ekonomi Berbasis Pengetahuan, AI hingga Energi Jadi Fokus
-
Ilusi Kekayaan Individual: Saatnya Literasi Finansial Jadi Gerakan Warga
-
Survei Kadin: Pengusaha Butuh Kepastian Kebijakan Pemerintah Prabowo Subianto
-
Indonesia Kuasai 66 Persen Nikel Dunia, Kini Pilih Tahan Produksi demi Jaga Nilai Ekspor
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap
-
BRI Peduli Siapkan 500 Volunteer Dari Program "Yok Kita Gas", Dukung MotoGP Mandalika 2026
-
Lewat PELOPOR 2026, BRI Perluas Agen Perubahan Budaya Antikorupsi
-
Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla, 800 Ribu Hektar Hutan Terbakar: Ke Mana Orangutan Pergi?
-
Karhutla Belum Usai, Warga Kubu Raya Andalkan Hujan hingga Beli Air untuk Minum