- Petugas PPSU Pontianak, seperti Satiman (54), telah mendedikasikan puluhan tahun menjaga kebersihan kota sejak subuh.
- Dedikasi petugas kebersihan ini membuahkan hasil nyata, termasuk penghargaan PPSU Terbaik dari DLH Kota Pontianak.
- Lebih dari 700 petugas PPSU merupakan mitra Pemkot Pontianak dalam menjaga kebersihan lingkungan kota yang diapresiasi.
"Kalau jalan bersih, rasanya kerja itu ada hasilnya,” ucap Parni singkat.
Kepala DLH Kota Pontianak, Syarif Usmulyono, menjelaskan bahwa penghargaan kepada petugas PPSU rutin dilakukan setiap tahun sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi kerja.
“Penghargaan diberikan atas prestasi kerja, loyalitas, serta jasa para petugas PPSU dalam menjaga kebersihan kota,” ujarnya.
Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria, antara lain disiplin kerja, tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, serta kepatuhan terhadap kewajiban dan larangan yang tertuang dalam perjanjian kerja.
“Penghargaan diberikan berupa piagam yang ditandatangani Bapak Wali Kota dan uang tunai, berdasarkan penilaian kinerja selama satu tahun terakhir,” jelas Syarif Usmulyono.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut kerja para petugas PPSU sejak pagi hingga malam sebagai fondasi kota yang bersih dan nyaman.
“Banyak yang datang ke Pontianak lalu memuji kebersihan kota. Itu buah dari kerja petugas yang sering luput dari perhatian, tapi nyata hasilnya,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan kebersihan terus meningkat seiring pertambahan penduduk, sehingga pengelolaan sampah yang konsisten menjadi sangat penting.
“Kita ingin buktikan seluruh pelosok Kota Pontianak kebersihannya harus terkelola dengan baik, baik yang di darat maupun yang di parit atau sungai. Hasil kerja mereka terlihat setiap hari, dan itu yang membuat kota ini layak dibanggakan," katanya.
Berita Terkait
-
Karhutla: 10 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Anjongan, Api Sempat Mendekati Bangunan Warga
-
Lulusan SD Bisa Jadi PPSU, Pramono Anung Pangkas Syarat Kerja Demi Tekan Jumlah Pengemis Jakarta
-
WN China Didakwa Dalangi Tambang Emas Ilegal di Ketapang
-
Fakta Baru! Siswa SMP Pelaku Molotov di Kalbar Satu Komunitas dengan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta
-
Alarm Nasional! Siswa SMP Bom Molotov Sekolah, Komisi X Panggil Mendikdasmen Bahas Radikalisme
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Kebakaran di Nanga Pinoh di Momen Lebaran 2026, Sejumlah Bangunan Hangus Terbakar
-
Waspada! Potensi Hujan Sedang di Kalbar Hingga Akhir Maret 2026
-
Jangan Langsung Dicuci! Ini Cara Merawat Baju Olahraga Agar Tetap Awet dan Tidak Bau
-
5 Tanda Anak Kekurangan Protein yang Sering Tidak Disadari, Orang Tua Harus Tahu!
-
Antrean BBM Panjang di Pontianak, Warga Sudah Resah: Benarkah Tidak Langka?