- Wali kota se-Kalimantan membahas penguatan fiskal daerah dalam Rapat Kerja APEKSI Regional Kalimantan 2026 di Pontianak.
- Pemerintah daerah didorong meningkatkan kapasitas fiskal mandiri guna mengurangi ketergantungan pada transfer dana dari pemerintah pusat.
- Forum bertujuan mencari solusi pembangunan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di luar sektor pertambangan yang dominan.
SuaraKalbar.id - Penguatan fiskal daerah mulai menjadi perhatian serius pemerintah kota di Kalimantan di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik. Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) V APEKSI Regional Kalimantan 2026 yang digelar di Pontianak.
Forum yang mempertemukan para wali kota se-Kalimantan itu mengusung tema “Fiskal Tangguh, Kota Tumbuh” dan membahas berbagai tantangan pengelolaan keuangan daerah di tengah pertumbuhan ekonomi kawasan yang terus berkembang.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, mengatakan ketahanan fiskal daerah kini menjadi fondasi penting agar pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan berkelanjutan.
“Ketahanan fiskal daerah adalah fondasi utama pembangunan. Kalau fiskal daerah kuat, pelayanan publik juga akan semakin baik dan pembangunan bisa berjalan berkelanjutan,” ujarnya saat membuka forum tersebut di Hotel Novotel Pontianak.
Daerah Didorong Tak Lagi Bergantung pada Dana Pusat
Pembahasan soal fiskal daerah menjadi semakin relevan di tengah tekanan kebutuhan anggaran daerah yang terus meningkat, mulai dari pembangunan infrastruktur, transportasi, pelayanan publik, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Sejumlah kepala daerah mulai mendorong penguatan kapasitas fiskal agar pembangunan tidak sepenuhnya bergantung pada transfer dana pusat.
Wali Kota Pontianak sekaligus Ketua Komwil V APEKSI, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan forum tersebut menjadi ruang strategis bagi pemerintah kota di Kalimantan untuk berbagi solusi menghadapi tantangan pembangunan perkotaan.
Menurutnya, penguatan fiskal sangat penting agar pemerintah kota mampu menjaga keberlanjutan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik.
Baca Juga: 5 Sepatu Lari Terbaik untuk Lari Santai di Waterfront Kapuas Pontianak saat Sore Hari
Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Dinilai Belum Cukup
Dalam forum tersebut, Harisson juga menyinggung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat yang saat ini tercatat mencapai 6,14 persen dan disebut menjadi yang tertinggi di Kalimantan.
Namun, ia mengingatkan pertumbuhan ekonomi tinggi belum tentu otomatis meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika masih terlalu bergantung pada sektor pertambangan dan penggalian.
“Daerah penghasil juga perlu mendapatkan porsi bagi hasil yang lebih besar. Jangan sampai pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi angka kemiskinan masih tetap sama,” katanya.
Selain sektor tambang, pemerintah daerah juga mulai menyoroti pentingnya menjaga daya beli masyarakat melalui penguatan sektor pertanian, perkebunan rakyat, hingga pangan.
Fiskal Daerah Mulai Jadi Isu Nasional
Belakangan, isu penguatan fiskal daerah semakin banyak dibahas di berbagai forum pemerintah daerah. Pemerintah pusat sendiri dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026 juga menekankan pentingnya harmonisasi kebijakan fiskal pusat dan daerah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Berita Terkait
-
5 Sepatu Lari Terbaik untuk Lari Santai di Waterfront Kapuas Pontianak saat Sore Hari
-
Operasi Pasar Murah Pontianak 2026, 6.000 Paket Sembako Dijual Jelang Idul Adha
-
Kasus Dugaan Asusila Guncang PSHT Pontianak, Dua Remaja Disebut Jadi Korban
-
Kalimat Terakhir SMAN 1 Pontianak usai Polemik LCC Viral Bikin Publik Tersentuh
-
Sudah Viral karena Protes Juri, SMAN 1 Pontianak Kini Justru Tolak Lomba Ulang LCC
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut
-
Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama
-
IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan