- Empat korban helikopter jatuh di Sekadau telah teridentifikasi di RS Bhayangkara Pontianak.
- Korban terdiri dari pilot, engineer, dan dua penumpang termasuk CEO KPN Corp asal Malaysia.
- Proses identifikasi korban lainnya masih berlangsung oleh tim forensik.
SuaraKalbar.id - Proses identifikasi korban helikopter jatuh di Sekadau, Kalimantan Barat, mulai menemukan titik terang. Dari delapan korban, empat di antaranya kini telah berhasil diidentifikasi oleh tim forensik di RS Bhayangkara Pontianak.
Identitas yang terungkap ini bukan sekadar nama—tetapi potongan kisah dari tragedi yang terjadi dalam hitungan jam. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim DVI (Disaster Victim Identification), empat korban yang telah teridentifikasi terdiri dari awak penerbangan dan penumpang.
Mereka adalah Capt. Marindra Wibowo (pilot), Harun Arasyid (engineer on board), Patrick (warga negara Malaysia, CEO KPN Corp) dan Viktor T. Keempatnya teridentifikasi setelah dilakukan pencocokan data ante mortem dan post mortem oleh tim Bidokkes Polda Kalbar.
Dua nama pertama merupakan awak utama yang bertanggung jawab atas jalannya penerbangan. Pilot dan engineer berada di garis depan dalam memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan helikopter sejak lepas landas hingga tujuan.
Sementara itu, penumpang yang turut menjadi korban memiliki latar belakang berbeda, termasuk sosok pimpinan perusahaan yang terlibat dalam aktivitas operasional di wilayah tersebut.
Meski empat korban telah teridentifikasi, proses identifikasi terhadap korban lainnya masih terus dilakukan. Tim forensik masih menunggu kelengkapan data dari pihak keluarga untuk memastikan identitas secara akurat.
“Proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data ante mortem dan post mortem,” ujar pihak kepolisian.
Seluruh proses identifikasi dilakukan di RS Bhayangkara Pontianak. Di lokasi ini, jenazah korban diperiksa secara menyeluruh oleh tim medis dan forensik, termasuk melalui ciri fisik, properti pribadi, hingga data pendukung lainnya.
Helikopter PK-CFX diberitakan sebelumnya dilaporkan hilang kontak sebelum akhirnya ditemukan jatuh di kawasan hutan perbukitan Sekadau.
Seluruh korban kemudian dievakuasi dalam operasi yang berlangsung di medan ekstrem.
Baca Juga: Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau Tanpa Black Box, Ini Dampaknya pada Investigasi
Terungkapnya identitas korban menjadi langkah penting dalam proses penanganan tragedi ini. Namun di balik itu, ada keluarga yang menunggu, ada perjalanan yang tidak pernah sampai.
Empat nama yang kini teridentifikasi menjadi bagian dari duka yang perlahan menemukan kepastian.
Tag
Berita Terkait
-
Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau Tanpa Black Box, Ini Dampaknya pada Investigasi
-
CEO KPN Corp Asal Malaysia Jadi Korban Helikopter Jatuh di Sekadau, Ini Daftar Penumpang PK-CFX
-
Helikopter Jatuh di Sekadau: KNKT Ungkap Penyebab PK-CFX Masih Misteri
-
Helikopter Jatuh di Sekadau: Kronologi PK-CFX, Dari Hilang Kontak hingga Evakuasi
-
Helikopter Jatuh di Sekadau: Apa Penyebab PK-CFX Jatuh? Ini Dugaan Awal
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Sering Belanja di Malaysia? Ini Barang Elektronik yang Bisa Dibawa Masuk lewat Entikong Tanpa Biaya
-
Daya Beli dan Industri Menjaga Ekonomi Kalbar Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
BPR Pontianak Disebut Garda Terdepan UMKM, Mengapa Banyak Usaha Kecil Masih Sulit Naik Kelas?
-
Seleksi Mandiri UNTAN 2026: Jadwal, Biaya Pendaftaran, Syarat, dan Link Daftar Lengkap