- Helikopter PK-CFX yang membawa CEO KPN Corp beserta tujuh orang lainnya mengalami kecelakaan di hutan Sekadau, Kalimantan Barat.
- Delapan korban yang terdiri dari kru dan staf operasional perusahaan perkebunan tersebut berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
- Seluruh jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kalimantan Barat untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang setempat.
SuaraKalbar.id - Di antara delapan korban helikopter jatuh di Sekadau, Kalimantan Barat, satu nama menarik perhatian publik. Ia adalah Patrick, warga negara Malaysia yang diketahui menjabat sebagai CEO KPN Corp.
Keberadaannya di dalam helikopter PK-CFX menambah dimensi lain dalam tragedi ini, bukan sekadar kecelakaan, tetapi juga melibatkan sosok penting di dunia industri perkebunan.
Helikopter PK-CFX diawaki oleh Capt. Marindra Wibowo (pilot), Harun Arasyid (engineer on board). Sementara enam penumpang yang turut menjadi korban adalah Patrick (Malaysia, CEO KPN Corp, Viktor T, Charles L, Joko C. Fauzie O dan Sugito.
Mereka merupakan bagian dari aktivitas operasional perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan. Informasi dari Dinas Perkebunan Kabupaten Melawi mengungkap bahwa grup KPN Corp memiliki aktivitas di wilayah tersebut.
Mochammad Ramadhani dari bidang perkebunan Dispanbun Melawi menyebut, perusahaan dalam grup tersebut yang beroperasi di wilayah itu adalah PT Citra Mahkota.
“Untuk di Kabupaten Melawi, perusahaan kebun sawit grup KPN Corp hanya PT Citra Mahkota saja yang berlokasi di Kecamatan Ella Hilir dan Menukung,” ujarnya melansir suarakalbar-jaringan Suara.com.
Keberadaan helikopter tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas operasional di kawasan perkebunan. Seluruh korban helikopter jatuh di Sekadau berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
Proses evakuasi berlangsung di medan hutan yang sulit dijangkau, dengan bantuan helikopter Caracal milik TNI AU. Setelah dievakuasi, jenazah korban diterbangkan menuju Kalimantan Barat melalui Bandara Supadio.
Jenazah para korban tiba di RS Bhayangkara Polda Kalbar sekitar pukul 10.30 WIB. Di tempat inilah proses identifikasi dilakukan oleh tim Bidokkes.
Baca Juga: Helikopter Jatuh di Sekadau: KNKT Ungkap Penyebab PK-CFX Masih Misteri
Suasana duka menyelimuti proses tersebut, terutama bagi keluarga dan rekan kerja korban yang menanti kepastian.
Seperti diketahui, helikopter PK-CFX sebelumnya dilaporkan hilang kontak sebelum akhirnya ditemukan jatuh di kawasan hutan perbukitan Sekadau. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan tersebut masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang.
Kehadiran seorang CEO dalam daftar korban menunjukkan bahwa tragedi ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada jaringan kerja dan sektor industri yang lebih luas.
Di balik setiap nama, ada peran, tanggung jawab, dan kehidupan yang kini terhenti dalam satu peristiwa yang sama.
Berita Terkait
-
Helikopter Jatuh di Sekadau: KNKT Ungkap Penyebab PK-CFX Masih Misteri
-
Helikopter Jatuh di Sekadau: Kronologi PK-CFX, Dari Hilang Kontak hingga Evakuasi
-
Helikopter Jatuh di Sekadau: Apa Penyebab PK-CFX Jatuh? Ini Dugaan Awal
-
Helikopter Jatuh di Sekadau: 8 Nama Korban PK-CFX, Dari Pilot hingga Penumpang
-
Tangis Pecah di RS Bhayangkara! 8 Kantong Jenazah Korban Helikopter PK-CFX Datang Bersamaan
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Sering Belanja di Malaysia? Ini Barang Elektronik yang Bisa Dibawa Masuk lewat Entikong Tanpa Biaya
-
Daya Beli dan Industri Menjaga Ekonomi Kalbar Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
BPR Pontianak Disebut Garda Terdepan UMKM, Mengapa Banyak Usaha Kecil Masih Sulit Naik Kelas?
-
Seleksi Mandiri UNTAN 2026: Jadwal, Biaya Pendaftaran, Syarat, dan Link Daftar Lengkap