- Helikopter PK-CFX yang membawa delapan penumpang dinyatakan hilang kontak dalam perjalanan dari Melawi menuju Kubu Raya, Kalimantan Barat.
- Puing helikopter ditemukan di kawasan perbukitan Sekadau dan seluruh penumpang di dalamnya dipastikan meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
- Salah satu korban bernama Charles Dominson Lakidang telah dipulangkan ke kampung halamannya di Dusun Tain dalam suasana duka.
SuaraKalbar.id - Sebuah panggilan telepon sempat berdering. Tidak lama, lalu berhenti. Di hari yang sama ketika helikopter PK-CFX hilang kontak di Sekadau, Kalimantan Barat, momen itu terjadi dan tanpa disadari menjadi yang terakhir.
Panggilan itu ditujukan kepada Charles Dominson Lakidang. Namun hingga dering berakhir, tidak ada jawaban yang datang.
Charles D. Lakidang menjadi satu dari delapan korban dalam tragedi jatuhnya helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air di kawasan Bukit Puntak, Desa Tapang Tingang, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis pagi, 16 April 2026.
Namun di kampung halamannya, Dusun Tain, duka itu tidak ditanggung sendiri. Warga datang silih berganti, menghadirkan pelukan, doa, dan kehadiran yang menjadi penguat bagi keluarga di tengah kehilangan yang tak mudah dijelaskan.
Melansir suarakalbar-jaringan Suara.com, pada pagi hari sebelum kejadian, ponsel milik istri Charles sempat mengalami gangguan. Setelah kembali dapat digunakan, ia mencoba menghubungi suaminya.
Namun panggilan itu tak pernah tersambung menjadi percakapan. Momen singkat tersebut kini menjadi kenangan terakhir yang tak bisa diulang.
Ketika kabar helikopter hilang kontak mulai terdengar, keluarga belum langsung mengaitkannya dengan Charles. Semuanya terasa jauh hingga daftar penumpang diumumkan.
Di situlah, kepastian datang. Charles termasuk dalam delapan orang di dalam helikopter PK-CFX yang jatuh di kawasan perbukitan Sekadau.
Helikopter tersebut berangkat dari wilayah Melawi menuju Kubu Raya dalam perjalanan kerja. Namun di tengah perjalanan, komunikasi terputus tanpa sinyal darurat.
Baca Juga: Panggilan yang Terlewat di Tragedi Sekadau, Kisah Korban Helikopter yang Menggetarkan
Beberapa jam kemudian, puing helikopter ditemukan di kawasan hutan perbukitan Sekadau. Seluruh penumpang dinyatakan meninggal dunia.
Beberapa waktu setelah kejadian, Charles akhirnya kembali ke kampung halamannya di Dusun Tain. Namun kepulangan itu bukan untuk berkumpul bersama keluarga seperti biasanya.
Ia pulang dalam keheningan, untuk terakhir kalinya.
Suasana di kampung halaman berubah sejak kabar duka itu tiba. Warga berdatangan, keluarga menunggu, dan ketika jenazah tiba, tangis pun pecah.
Tak banyak kata yang terucap. Hanya isak yang terdengar, mengisi ruang yang sebelumnya penuh harapan.
Charles dikenal sebagai sosok yang dekat dengan lingkungan sekitar. Ia menjalani kehidupan sederhana, berinteraksi dengan warga, dan memiliki rencana-rencana kecil bersama keluarga.
Tag
Berita Terkait
-
Panggilan yang Terlewat di Tragedi Sekadau, Kisah Korban Helikopter yang Menggetarkan
-
Pilot 20 Tahun Pengalaman, Kisah Capt Marindra Wibowo di Balik Tragedi Helikopter Sekadau
-
Siapa Patrick Kee? Eksekutif Malaysia Korban Helikopter Jatuh di Sekadau
-
8 Fakta Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir Bos Sawit Malaysia Berakhir Tragis
-
Nasib Tragis Bos Perusahaan Malaysia, Tewas Usai Helikopter Jatuh di Hutan Rimba Kalbar
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak
-
Pendapatan Hampir Sesuai Target, Mengapa Ada Rp138 Miliar Dana Tersisa di APBD Pontianak?
-
Tak Terhalang Batas Negara, Dayak Bidayuh RI dan Malaysia Bersatu di Gawia Sowa 2026
-
Sering Belanja di Malaysia? Ini Barang Elektronik yang Bisa Dibawa Masuk lewat Entikong Tanpa Biaya
-
Daya Beli dan Industri Menjaga Ekonomi Kalbar Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global