Tasmalinda
Minggu, 19 April 2026 | 13:58 WIB
8 fakta helikopter Sekadau, perjalanan terakhir Bos Sawit Malaysia berakhir tragis
Baca 10 detik
  • Helikopter PK-CFX lepas landas dari Melawi menuju Kubu Raya pada Kamis, 16 April 2026, membawa delapan orang penumpang.
  • Pesawat hilang kontak tanpa sinyal darurat sebelum ditemukan tim gabungan di kawasan hutan perbukitan Sekadau yang terjal.
  • Seluruh delapan penumpang termasuk petinggi perusahaan meninggal dunia dalam kecelakaan yang kini dalam penyelidikan mendalam pihak KNKT.

SuaraKalbar.id - Helikopter PK-CFX lepas landas dari kawasan perkebunan di Melawi, Kalimantan Barat, membawa delapan orang dalam sebuah perjalanan kerja yang tampak rutin. Di dalamnya, terdapat awak penerbangan dan jajaran manajemen perusahaan, termasuk petinggi perkebunan asal Malaysia.

Namun di tengah perjalanan menuju Kubu Raya, helikopter itu tiba-tiba hilang kontak tanpa sinyal darurat. Dalam hitungan jam, penerbangan tersebut berubah menjadi tragedi setelah puingnya ditemukan di kawasan hutan perbukitan Sekadau.

Peristiwa helikopter jatuh di Sekadau ini tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga mengungkap sejumlah fakta penting yang kini menjadi sorotan.

Berikut delapan fakta yang terungkap dari tragedi helikopter PK-CFX di Sekadau.

1. Lepas Landas dari Helipad Perkebunan

Helikopter jenis Airbus H-130 dengan nomor registrasi PK-CFX lepas landas dari helipad PT Citra Mahkota Abadi di Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 07.34 WIB.

Penerbangan tersebut dijadwalkan menuju helipad PT Graha Agro Nusantara I di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

2.  Hilang Kontak Tanpa Sinyal Darurat

Tak lama setelah lepas landas, komunikasi dengan helikopter terputus secara tiba-tiba. Tidak ada sinyal darurat yang dikirim. Tidak ada komunikasi lanjutan yang diterima.

Baca Juga: Nasib Tragis Bos Perusahaan Malaysia, Tewas Usai Helikopter Jatuh di Hutan Rimba Kalbar

Kondisi ini membuat tim langsung meningkatkan status menjadi pencarian darurat.

3.  Ditemukan Setelah Berjam-jam Pencarian

Tim gabungan dari Basarnas, TNI, dan Polri melakukan pencarian berdasarkan titik terakhir komunikasi. Kapolda Kalimantan Barat, Pipit Rismanto, menjelaskan waktu penemuan lokasi jatuhnya helikopter.

“Pada pukul 18.50 WIB, tim gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya helikopter,” ujarnya.

4. Seluruh Penumpang Dinyatakan Meninggal

Dari hasil temuan di lokasi, seluruh korban yang berjumlah delapan orang dinyatakan meninggal dunia. “Dari hasil temuan di lokasi, seluruh penumpang dinyatakan meninggal dunia,” kata Pipit Rismanto.

5.  Ada Petinggi Perusahaan di Dalam Helikopter

Namun yang paling menyita perhatian publik adalah siapa saja yang berada di dalam helikopter tersebut. Di antara korban, terdapat petinggi perusahaan perkebunan, termasuk warga negara Malaysia yang menjabat sebagai pimpinan perusahaan.

Load More