Tasmalinda
Senin, 27 April 2026 | 21:08 WIB
cerita orang utan yang tersesat di kebun warga Kalimantan Barat
Baca 10 detik
  • Seekor orangutan liar yang meresahkan warga di Kabupaten Kayong Utara berhasil dievakuasi oleh tim gabungan BKSDA dan YIARI.
  • Tim gabungan mentranslokasikan orangutan tersebut ke Taman Nasional Gunung Palung setelah pemeriksaan medis menunjukkan kondisi satwa yang sehat.
  • Tindakan penyelamatan ini dilakukan guna mencegah potensi konflik lanjutan antara manusia dan satwa akibat penyempitan habitat alami.

SuaraKalbar.id - Kemunculan seekor orangutan liar di area perkebunan warga di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sempat membuat resah masyarakat setempat.

Satwa dilindungi itu dilaporkan beberapa kali terlihat berkeliaran di Dusun Pemangkat Jaya, Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, hingga memicu kekhawatiran warga karena keberadaannya dinilai berpotensi menimbulkan konflik.

Setelah melalui proses pemantauan dan asesmen, tim gabungan akhirnya melakukan tindakan penyelamatan dengan mentranslokasikan orangutan tersebut ke habitat yang lebih aman di kawasan Taman Nasional Gunung Palung.

Proses translokasi ini dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), serta melibatkan Balai Taman Nasional Gunung Palung, unsur TNI-Polri, dan masyarakat setempat.

Asisten Manager Orangutan Protection Unit YIARI, Muhadi, mengatakan langkah translokasi diambil sebagai jalan terakhir demi keselamatan satwa sekaligus mencegah konflik lebih besar dengan manusia.

“Keberadaan orangutan yang mulai menetap di kebun warga dalam sepekan terakhir telah menimbulkan kerugian dan kekhawatiran masyarakat,” ujar Muhadi melansir suarakalbar-jaringan Suara.com, Senin (27/4/2026).

Evakuasi dilakukan sejak pagi hari. Tim medis dan petugas lapangan menggunakan senapan bius dengan dosis anestesi yang diperhitungkan secara cermat agar proses penyelamatan berjalan aman.

Dokter hewan YIARI, drh Rachel, mengungkapkan hasil pemeriksaan medis menunjukkan orangutan tersebut dalam kondisi sehat meski ditemukan beberapa luka alami di bagian wajah dan lengan kiri serta fraktur pada gigi.

“Secara umum kondisi orangutan sehat dan layak untuk ditranslokasikan,” katanya.

Baca Juga: Nyaris Lepas ke Pasar Gelap? Dua Kucing Kuwuk Dilindungi Diamankan di Palembang

Setelah pemeriksaan selesai, orangutan itu kemudian dibawa menuju kawasan hutan lindung di Taman Nasional Gunung Palung yang dinilai memiliki sumber pakan cukup serta perlindungan habitat yang lebih baik.

Perjalanan menuju lokasi pelepasliaran memakan waktu sekitar dua jam menggunakan jalur darat dan transportasi air.

Sesampainya di lokasi, proses pelepasliaran dilakukan dengan pengawasan ketat. Orangutan tersebut dilaporkan langsung bergerak menjauh ke dalam hutan dan menunjukkan perilaku liar alami sebagai tanda siap kembali hidup bebas.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut.

Menurutnya, keberhasilan translokasi ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam menjaga keseimbangan antara keselamatan manusia dan kelestarian satwa liar.

Sementara itu, Ketua Umum YIARI, Silverius Oscar Unggul, menyoroti perubahan tata guna lahan yang cepat sebagai salah satu faktor meningkatnya konflik antara manusia dan orangutan.

Load More