Eko Faizin
Selasa, 12 Mei 2026 | 14:12 WIB
Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. [Tim Media MPR RI]
Baca 10 detik
  • Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menuai perbincangan.
  • Kompetisi ini menuai kritik tajam akibat ketidakkonsistenan dewan juri.
  • LCC Empat Pilar dirancang untuk mendalami empat pilar utama negara.

SuaraKalbar.id - Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI mendadak menjadi perbincangan hingga menuai kritik tajam dari sejumlah pihak.

Viralnya kejadian tersebut berawal dari potongan video babak final LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat (Kalbar). Kompetisi ini sebenarnya disiarkan langsung melalui kanal resmi MPR.

Namun, acara yang seharusnya menjadi ajang unjuk pemahaman konstitusi ini menuai kritik akibat dugaan ketidakkonsistenan penilaian oleh dewan juri.

Ketegangan memuncak saat jawaban regu C dari SMAN 1 Pontianak mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dianulir dan diberi penalti nilai, meskipun secara substansi dianggap benar.

Alasan juri yang menitikberatkan pada aspek artikulasi suara ketimbang esensi jawaban inilah yang memicu perdebatan luas mengenai standar objektivitas dalam perlombaan tersebut.

Melansir Kaltimtoday--jaringan Suara.com, LCC Empat Pilar merupakan program tahunan yang telah diinisiasi sejak tahun 2011 sebagai instrumen sosialisasi nilai-nilai kebangsaan kepada pelajar SMA sederajat di seluruh Indonesia.

Berdasarkan dokumen teknis operasionalnya, kompetisi ini dirancang untuk mendalami empat pilar utama negara, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Selain itu, materi lomba juga mencakup Ketetapan MPR yang menjadi landasan hukum penting dalam tata negara kita.

Sejak awal pelaksanaannya, ajang ini telah menjadi salah satu kompetisi paling bergengsi yang memperebutkan piala bergilir Ketua MPR RI.

Tujuan utama dari penyelenggaraan lomba ini bukan sekadar menguji hafalan, melainkan menumbuhkan rasa cinta tanah air serta kemampuan berpikir kritis di kalangan generasi muda.

Melalui persaingan yang sehat, para peserta diharapkan mampu menganalisis isu-isu kebangsaan dan memahami hak serta kewajiban mereka sebagai warga negara.

Selain itu, LCC ini dipandang sebagai sarana efektif untuk membangun jaringan sosial antar-pelajar dari berbagai latar belakang budaya di Indonesia, sekaligus memupuk karakter jujur dan sportif dalam sebuah kompetisi formal.

Dari sisi manfaat, ajang ini memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan identitas nasional dan peningkatan kualitas pendidikan kewarganegaraan (civic education) di sekolah.

Para peserta yang berpartisipasi tidak hanya mendapatkan pengakuan prestasi, tetapi juga wawasan mendalam mengenai sejarah, hukum, dan politik Indonesia.

Load More