Andi Ahmad S
Kamis, 18 Juni 2026 | 22:29 WIB
Aksi demonstrasi di Bundaran Tugu Digulis Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Kamis (18/6/2026). [SuaraKalbar.id/Maria]
Baca 10 detik
  • Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi menggelar demonstrasi di Bundaran Tugu Digulis, Pontianak, pada Kamis, 18 Juni 2026.
  • Massa menyampaikan 16 tuntutan terkait evaluasi program pemerintah, kebijakan Dana Bagi Hasil, hingga pengesahan beberapa undang-undang.
  • Aksi dilakukan sebagai bentuk ketidakpercayaan mahasiswa terhadap pemerintah daerah yang dinilai kurang merespons aspirasi masyarakat Kalimantan Barat.

Salah satu spanduk yang dibawa massa bertuliskan 'Sikat para sindikat KKN. Atasan kalian rakyat, bukan partai. Ciptakan ekonomi mandiri jangan hanya ngomong hilirisasi agar rakyat tidak sengsara lagi'.

Habib mengatakan pemilihan Tugu Digulis sebagai lokasi aksi dilakukan karena kawasan tersebut memiliki nilai historis sebagai simbol perjuangan masyarakat Kalimantan Barat. Ia juga mengaku mahasiswa mulai kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah daerah karena aspirasi yang selama ini disampaikan dinilai tidak mendapat respons yang memadai.

"Kenapa alasannya kami demo hari ini ke Tugu Digulis? Karena kami melihat bahwa Tugu Digulis ini merupakan simbol perjuangan para tokoh-tokoh Kalimantan Barat dulu. Karena kami juga capek. Sudah beratus kali, sudah puluh-puluh kali aksi ke DPRD atau ke gubernur tapi tidak disambut dengan baik,” ujarnya.

“Dan tuntutan kami atau aspirasi kami bawaan itu tidak pernah benar-benar didengarkan oleh mereka. Maka dari itu ini sebagai bentuk dari kami ini sudah rasanya tidak percaya gitu kepada pemerintahan Kalimantan Barat. Sebab ketika kita menyampaikan tuntutan ke mereka, mereka selalu lempar tugas dan tanggung jawab,” lanjutnya.

Di tengah aksi, beberapa peserta sempat mencoba melakukan blokade jalan. Namun upaya tersebut segera dicegah aparat kepolisian yang melakukan pengamanan di lokasi.

"Jangan mengganggu arus lalu lintas,” tegas Kapolresta Pontianak Kota Kombes Endang Tri Purwanto kepada massa aksi.

Situasi sempat memanas ketika terdengar pernyataan seorang perwira kepolisian kepada pengendara yang melintas.

"Kalau tidak mau minggir, tabrak saja,” ujar seorang perwira.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari peserta aksi.

Baca Juga: Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati

“Kami manusia, bukan binatang,” sahut massa.

Meski sempat terjadi adu argumen, aksi berlangsung kondusif hingga selesai. Namun mahasiswa memastikan akan terus mengawal berbagai tuntutan yang telah disampaikan.

Habib bahkan mengungkapkan kemungkinan digelarnya aksi lanjutan karena mahasiswa belum puas dengan respons yang diberikan DPRD maupun perwakilan Pemerintah Provinsi Kalbar yang hadir dalam dialog. Selain itu, absennya Gubernur Kalbar dalam aksi tersebut juga menjadi catatan tersendiri bagi massa.

"Rencananya kami akan melakukan aksi bergilir lagi karena kami tidak puas dengan penyampaian DPRD dan perwakilan pemerintah provinsi Kalimantan Barat yang datang ke sini. Dan juga gubernur Kalimantan Barat hari ini tidak hadir ke sini. Padahal undangan sudah kita masukkan dan itu yang akan memantik teman-teman untuk melakukan instilasi gerakan yang berjilid,” pungkasnya.

Kontributor : Maria

Load More