- Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi menggelar demonstrasi di Bundaran Tugu Digulis, Pontianak, pada Kamis, 18 Juni 2026.
- Massa menyampaikan 16 tuntutan terkait evaluasi program pemerintah, kebijakan Dana Bagi Hasil, hingga pengesahan beberapa undang-undang.
- Aksi dilakukan sebagai bentuk ketidakpercayaan mahasiswa terhadap pemerintah daerah yang dinilai kurang merespons aspirasi masyarakat Kalimantan Barat.
Salah satu spanduk yang dibawa massa bertuliskan 'Sikat para sindikat KKN. Atasan kalian rakyat, bukan partai. Ciptakan ekonomi mandiri jangan hanya ngomong hilirisasi agar rakyat tidak sengsara lagi'.
Habib mengatakan pemilihan Tugu Digulis sebagai lokasi aksi dilakukan karena kawasan tersebut memiliki nilai historis sebagai simbol perjuangan masyarakat Kalimantan Barat. Ia juga mengaku mahasiswa mulai kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah daerah karena aspirasi yang selama ini disampaikan dinilai tidak mendapat respons yang memadai.
"Kenapa alasannya kami demo hari ini ke Tugu Digulis? Karena kami melihat bahwa Tugu Digulis ini merupakan simbol perjuangan para tokoh-tokoh Kalimantan Barat dulu. Karena kami juga capek. Sudah beratus kali, sudah puluh-puluh kali aksi ke DPRD atau ke gubernur tapi tidak disambut dengan baik,” ujarnya.
“Dan tuntutan kami atau aspirasi kami bawaan itu tidak pernah benar-benar didengarkan oleh mereka. Maka dari itu ini sebagai bentuk dari kami ini sudah rasanya tidak percaya gitu kepada pemerintahan Kalimantan Barat. Sebab ketika kita menyampaikan tuntutan ke mereka, mereka selalu lempar tugas dan tanggung jawab,” lanjutnya.
Di tengah aksi, beberapa peserta sempat mencoba melakukan blokade jalan. Namun upaya tersebut segera dicegah aparat kepolisian yang melakukan pengamanan di lokasi.
"Jangan mengganggu arus lalu lintas,” tegas Kapolresta Pontianak Kota Kombes Endang Tri Purwanto kepada massa aksi.
Situasi sempat memanas ketika terdengar pernyataan seorang perwira kepolisian kepada pengendara yang melintas.
"Kalau tidak mau minggir, tabrak saja,” ujar seorang perwira.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari peserta aksi.
Baca Juga: Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati
“Kami manusia, bukan binatang,” sahut massa.
Meski sempat terjadi adu argumen, aksi berlangsung kondusif hingga selesai. Namun mahasiswa memastikan akan terus mengawal berbagai tuntutan yang telah disampaikan.
Habib bahkan mengungkapkan kemungkinan digelarnya aksi lanjutan karena mahasiswa belum puas dengan respons yang diberikan DPRD maupun perwakilan Pemerintah Provinsi Kalbar yang hadir dalam dialog. Selain itu, absennya Gubernur Kalbar dalam aksi tersebut juga menjadi catatan tersendiri bagi massa.
"Rencananya kami akan melakukan aksi bergilir lagi karena kami tidak puas dengan penyampaian DPRD dan perwakilan pemerintah provinsi Kalimantan Barat yang datang ke sini. Dan juga gubernur Kalimantan Barat hari ini tidak hadir ke sini. Padahal undangan sudah kita masukkan dan itu yang akan memantik teman-teman untuk melakukan instilasi gerakan yang berjilid,” pungkasnya.
Kontributor : Maria
Berita Terkait
-
Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati
-
Siswa SD Urung Makan Setelah Temukan Ayam Berulat dalam Menu MBG
-
Rakerwil ICDN Kalbar, Cendekiawan Dayak Didorong Jadi Aktor Utama Pembangunan
-
Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak
-
RLS dan HLS Kalbar Meningkat, Pemprov Perkuat Akses Pendidikan di Daerah
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut
-
Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama
-
IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan