- Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap ringgit meningkatkan jumlah wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Pontianak untuk berbelanja dan berwisata.
- Peningkatan daya beli wisatawan Malaysia memberikan dampak ekonomi positif bagi sektor perdagangan, kuliner, hotel, serta pelaku UMKM lokal.
- Kondisi kurs yang menguntungkan membuat aktivitas penukaran mata uang asing di Kota Pontianak meningkat secara signifikan selama periode ini.
SuaraKalbar.id - Di tengah kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap pelemahan nilai tukar rupiah, kondisi tersebut justru membawa berkah tersendiri bagi sektor perdagangan dan pariwisata di Kalimantan Barat. Menguatnya nilai tukar ringgit membuat warga Malaysia semakin gencar datang ke Pontianak untuk berbelanja, menikmati kuliner, hingga berwisata.
Fenomena ini mulai terlihat dari meningkatnya aktivitas penukaran mata uang ringgit ke rupiah di sejumlah money changer di Kota Pontianak. Banyak wisatawan asal Malaysia memanfaatkan nilai tukar yang lebih menguntungkan untuk mendapatkan harga barang dan jasa yang relatif lebih murah dibandingkan di negara mereka.
Yoga, staf salah satu money changer di Pontianak, mengatakan warga Malaysia kini menjadi salah satu kelompok yang paling aktif menukarkan mata uangnya ke rupiah.
“Kalau orang Malaysia memang banyak yang tukar uang di sini karena mereka melihat nilai rupiah lebih murah. Satu ringgit bisa mendapatkan sekitar Rp4.000 lebih, sehingga mereka lebih tertarik datang ke Pontianak untuk makan, berbelanja, atau sekadar jalan-jalan,” ujarnya melansir suarakalbar-jaringan Suara.com.
Menurutnya, perubahan nilai tukar membuat daya beli wisatawan Malaysia meningkat signifikan. Jika beberapa tahun lalu wisatawan biasanya membawa sekitar 1.000 ringgit untuk berlibur, kini dengan modal sekitar 400 hingga 500 ringgit mereka sudah bisa menikmati liburan selama hampir sepekan di Pontianak.
Kondisi tersebut memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, mulai dari pusat perbelanjaan, restoran, hotel, hingga pelaku UMKM yang menjual produk khas Kalimantan Barat. Kehadiran wisatawan lintas negara menjadi suntikan tambahan bagi perputaran ekonomi daerah, khususnya di sektor konsumsi.
Pontianak selama ini memang menjadi salah satu destinasi favorit warga Malaysia, terutama dari Sarawak, karena jaraknya yang relatif dekat dan kemudahan akses transportasi. Selain berbelanja kebutuhan sehari-hari, banyak wisatawan juga berburu kuliner khas Pontianak yang terkenal memiliki cita rasa unik dengan harga yang kompetitif.
Di sisi lain, kondisi yang sama justru dirasakan berbeda oleh masyarakat Indonesia yang ingin bepergian ke Malaysia. Menguatnya ringgit membuat biaya perjalanan dan belanja di negeri jiran menjadi lebih mahal dibandingkan sebelumnya. Bahkan nilai tukar ringgit yang kini mendekati Rp4.500 membuat sebagian masyarakat memilih menunda perjalanan ke luar negeri.
Meski demikian, bagi Kalimantan Barat, situasi ini membuka peluang ekonomi yang cukup menjanjikan. Meningkatnya kunjungan wisatawan Malaysia berpotensi mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, pariwisata, dan UMKM lokal jika mampu dimanfaatkan secara optimal.
Baca Juga: Pendapatan Hampir Sesuai Target, Mengapa Ada Rp138 Miliar Dana Tersisa di APBD Pontianak?
Di tengah gejolak ekonomi global dan pelemahan rupiah yang masih menjadi perhatian banyak pihak, Kalimantan Barat justru mendapatkan peluang baru. Ketika daya beli wisatawan Malaysia meningkat, Pontianak semakin menunjukkan potensinya sebagai destinasi belanja dan wisata lintas negara yang menarik di kawasan perbatasan.
Berita Terkait
-
Pendapatan Hampir Sesuai Target, Mengapa Ada Rp138 Miliar Dana Tersisa di APBD Pontianak?
-
Daya Beli dan Industri Menjaga Ekonomi Kalbar Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global
-
BPR Pontianak Disebut Garda Terdepan UMKM, Mengapa Banyak Usaha Kecil Masih Sulit Naik Kelas?
-
Saat Keluarga Pasien di Pontianak Panik Cari Darah, Modus Penipuan Mulai Bermunculan
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak
-
Pendapatan Hampir Sesuai Target, Mengapa Ada Rp138 Miliar Dana Tersisa di APBD Pontianak?
-
Tak Terhalang Batas Negara, Dayak Bidayuh RI dan Malaysia Bersatu di Gawia Sowa 2026
-
Sering Belanja di Malaysia? Ini Barang Elektronik yang Bisa Dibawa Masuk lewat Entikong Tanpa Biaya
-
Daya Beli dan Industri Menjaga Ekonomi Kalbar Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global