- BMKG Kalbar memperingatkan ancaman asap karhutla di Ketapang dan Kayong Utara dapat mencapai Pontianak hingga negara tetangga.
- Peluang hujan yang sangat rendah hingga akhir September 2026 menyebabkan risiko karhutla di wilayah selatan Kalbar tetap tinggi.
- Operasi Modifikasi Cuaca difokuskan ke wilayah utara karena minimnya pertumbuhan awan hujan di kawasan selatan Kalbar.
SuaraKalbar.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat berpotensi berubah menjadi persoalan lintas wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalbar memperingatkan asap dari titik-titik kebakaran di Ketapang dan Kayong Utara dapat terbawa angin menuju Kota Pontianak, Bandara Supadio, bahkan berpotensi menyeberang ke negara tetangga.
Ancaman tersebut diperparah kondisi cuaca yang masih kering. BMKG memperkirakan peluang hujan di sejumlah wilayah rawan karhutla masih sangat rendah hingga akhir September 2026.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kalbar Soetikno mengatakan arah angin dominan dari tenggara hingga selatan memungkinkan asap bergerak dari wilayah selatan Kalbar menuju kawasan lain.
“Kalau ada karhutla kemungkinan akan cepat merambat. Arah gerak angin dominan dari tenggara hingga selatan, sehingga ketika di wilayah Ketapang, Kayong Utara yang di sana ada banyak titik karhutla, asapnya bisa terbawa sampai ke Bandara Supadio hingga ke Kota Pontianak,” kata Soetikno di Pontianak, Jumat.
Kondisi tersebut membuat Kubu Raya bagian selatan, Kayong Utara dan Ketapang menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian serius. Ketiga kawasan itu diperkirakan masih menghadapi curah hujan yang sangat rendah dalam sepekan ke depan.
“Potensi karhutla masih tinggi, setidaknya sampai seminggu ke depan. Terutama wilayah Kabupaten Kubu Raya bagian selatan, Kayong Utara dan Ketapang, peluang terjadi hujannya sangat rendah sekali,” ujarnya.
Ancaman bukan hanya berada di lokasi kebakaran. Angin yang cukup kencang di wilayah laut sebelah barat hingga pesisir Ketapang dapat mempercepat pergerakan asap menuju kawasan yang lebih padat aktivitas, termasuk Pontianak dan Bandara Supadio.
Jika konsentrasi asap meningkat, sejumlah fasilitas penerbangan juga perlu diwaspadai, termasuk Bandara Rahadi Oesman di Ketapang.
Lebih jauh, BMKG menyebut sebaran asap berpotensi meluas hingga lintas negara. Meski demikian, luas dan arah penyebaran sangat bergantung pada perkembangan titik panas, lokasi kebakaran, serta arah dan kecepatan angin.
Baca Juga: Keluhan Warga Sungai Laur Ditindaklanjuti, Pertamina dan Pemprov Kalbar Siap Salurkan BBM Bersubsidi
Persoalannya, kondisi kering diperkirakan belum segera berakhir. BMKG memperkirakan risiko karhutla masih bertahan hingga September sebelum curah hujan berangsur kembali normal pada Oktober.
Dalam periode 23-26 Agustus 2026 memang terdapat peluang hujan di sejumlah wilayah Kalbar. Namun, hujan lebih berpotensi terjadi di kawasan utara dan timur seperti Kapuas Hulu, Sintang, Sekadau, Sanggau bagian utara, Bengkayang dan Sambas.
Hujan yang turun pun diperkirakan berintensitas ringan dan tidak merata sehingga belum cukup untuk secara signifikan menekan risiko karhutla di wilayah selatan.
“Namun, hujan diperkirakan berintensitas ringan dan tidak merata sehingga belum cukup untuk mengurangi risiko karhutla secara signifikan,” kata Soetikno.
Kondisi ini juga membatasi upaya penanganan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). BMKG menjelaskan OMC hanya dapat dilakukan ketika terdapat potensi pertumbuhan awan hujan yang memungkinkan dilakukan penyemaian.
Karena itu, OMC pada 23-26 Agustus lebih diarahkan ke wilayah utara Kalbar seperti Sanggau, Bengkayang dan Sambas yang masih memiliki potensi pertumbuhan awan hujan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap
-
BRI Peduli Siapkan 500 Volunteer Dari Program "Yok Kita Gas", Dukung MotoGP Mandalika 2026
-
Lewat PELOPOR 2026, BRI Perluas Agen Perubahan Budaya Antikorupsi
-
Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla, 800 Ribu Hektar Hutan Terbakar: Ke Mana Orangutan Pergi?
-
Karhutla Belum Usai, Warga Kubu Raya Andalkan Hujan hingga Beli Air untuk Minum