- BKSDA Kalimantan Barat mengevakuasi tiga orangutan di Kabupaten Ketapang pada Jumat, 21 Agustus 2026.
- Evakuasi dilakukan tim gabungan untuk mencegah konflik manusia dan satwa liar akibat musim kemarau.
- Ketiga orangutan tersebut berhasil dilepasliarkan dengan aman di Taman Nasional Gunung Palung pada malam harinya.
SuaraKalbar.id - Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat mengevakuasi dan mentranslokasikan tiga individu orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dari sekitar permukiman dan perkebunan warga di Kabupaten Ketapang.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mitigasi risiko interaksi antara manusia dan satwa liar di tengah dinamika musim kemarau yang memengaruhi kondisi habitat orangutan.
Evakuasi dilakukan tim gabungan BKSDA Kalimantan Barat, Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan, pada Jumat (21/8/2026).
Tiga orangutan yang diselamatkan terdiri atas seekor induk betina bernama Mamak Yuni berusia sekitar 18 tahun, anak jantan bernama Pura berusia 8 hingga 10 bulan, serta seekor orangutan remaja betina bernama Yuni berusia sekitar 8 tahun.
Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, mengatakan kemunculan orangutan di sekitar area permukiman dan perkebunan dipengaruhi dinamika kondisi alam selama musim kemarau di sekitar koridor habitat satwa tersebut.
Untuk mencegah terjadinya interaksi negatif dengan warga sekaligus memastikan kondisi satwa tetap terjaga, petugas memutuskan memindahkan ketiga orangutan ke kawasan konservasi yang dinilai lebih aman.
“Langkah evakuasi ini merupakan bentuk komitmen penanganan cepat di lapangan. Kami memastikan satwa mendapatkan perlindungan optimal di habitat alam yang luas, aman, dan memiliki ketersediaan pakan melimpah,” kata Murlan di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Sebelum dipindahkan, tim dokter hewan YIARI melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh terhadap ketiga orangutan di lokasi evakuasi.
Hasil pemeriksaan menunjukkan ketiganya dalam kondisi sehat, masih memiliki perilaku liar alami, dan dinilai siap untuk kembali hidup bebas di habitat alaminya.
Baca Juga: Kalbar Waspada Karhutla! BMKG Beri Peringatan Keras Hadapi Puncak Kemarau 2025
Setelah menjalani perjalanan melalui jalur darat dan sungai, ketiga orangutan tersebut akhirnya dilepasliarkan pada Jumat malam sekitar pukul 20.30 WIB di kawasan Taman Nasional Gunung Palung, Sektor Batu Barat.
BKSDA Tindak Lanjuti Laporan di Kayong Utara
Selain penyelamatan di Ketapang, BKSDA Kalimantan Barat juga menindaklanjuti laporan warga terkait kemunculan seekor orangutan di sekitar perkebunan di Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.
Laporan tersebut diterima setelah warga melihat orangutan melintas di sekitar kawasan perkebunan pada Kamis (20/8/2026).
Petugas kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan verifikasi spasial sekaligus memberikan pendampingan kepada pemilik kebun. BKSDA Kalbar mengapresiasi warga yang segera melaporkan keberadaan satwa dilindungi tersebut kepada pihak berwenang.
Saat ini, petugas tengah menyiapkan langkah penanganan lanjutan secara terukur, termasuk kemungkinan pemindahan orangutan ke kawasan hutan terdekat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM
-
Dari PMI Jadi Pengusaha, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Jantung Kota Taipei
-
Bantu PMI Kelola Keuangan di Taiwan, Inovasi BRImo Raih Penghargaan IDX Channel 2026
-
DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026, Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan