alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ustaz Hilmi Sebut Teks Khotbah Jumat Bikin Jamaah Pulas Tidur di Masjid

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 27 November 2020 | 08:31 WIB

Ustaz Hilmi Sebut Teks Khotbah Jumat Bikin Jamaah Pulas Tidur di Masjid
ILUSTRASI Khutbah Jumat. [ANTARA FOTO/Rahmad]

Wacana teks khutbah Jumat wacana lama.

SuaraKalbar.id - Ustaz Hilmi Firdausi setuju dengan wacana Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam akan membuat teks khotbah Jumat dalam sholat Jumat dengan alasan menghindari khutbah Jumat berbau radikal. Namun Ustaz Hilmi meminta tidak menjadi paksaan teks khutbah Jumat itu dibaca khatib.

Ustaz Hilmi mewanti-wanti, jika nanti direalisasikan, jangan sampai semua khotib diwajibkan untuk membaca naskah khotbah Jumat versi Kementerian Agama.

"Khotbah Jumat mau dibuatkan naskahnya? Bukannya ini wacana lama ya? Silakan saja disusun kumpulan khotbah versi Kemenag (walau buku sejenis juga sudah banyak), tapi jangan paksa khotib untuk membacanya. Saya pribadi hampir tak pernah baca teks saat khotbah, kesannya kaku dan malah bikin jamaah pada pulas," kata dia.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain nampaknya keberatan dengan rencana tersebut.

Baca Juga: Kemenag Akan Pasok Materi Khotbah Jumat

ILUSTRASI Khutbah Jumat
ILUSTRASI Khutbah Jumat

"Asal jangan seperti Belanda minta tanah. Awalnya alternatif ujungnya wajib dibaca. Jika tidak akan ada tindakan. Catat twit ini besar besar, simpan. Satu saat jika terbukti tinggal upload ulang," kata dia.

Dia mempertanyakan bagaimana mungkin materi khotbah bisa bersifat kekinian, jika materi khutbah telah dibuat terlebih dahulu dan mendahului kejadian atau fakta di lapangan.

"Menyia-nyiakan uang negara saja. Sebaiknya dibatalkan saja. Dananya bisa dipakai untuk yang lain," kata Tengku.

Menurut Tengku rencana tersebut justru memunculkan kecurigaan publik bahwa pemerintah mau mengatur hak beragama rakyat, apalagi sebelumnya pemerintah telah menyelenggarakan program sertifikasi dai -- program yang juga dikritik Tengku.

"Setelah menggulirkan program sertifikasi dai, kini menyiapkan materi khotbah Juamt untuk setiap masjid. Apa sebenarnya maksud kalian? Semakin transparan syahwat politik kekuasaan ada di dalamnya."

Baca Juga: Sejarah Khotbah Saat Salat Idulfitri dan Iduladha

Menurut Tengku, pemerintah tak perlu ikut campur mengurusi hal-hal semacam itu, apalagi sejumlah organisasi keagamaan sudah lebih dulu membuat buku khotbah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait