Apa Itu Happy Hypoxia? Pasien COVID-19 Kalbar Terawa Lepas, Sesak Nafas, Lalu Meninggal

Happy hypoxia adalah kondisi pasien yang tidak mengalami sesak napas.

Pebriansyah Ariefana
Kamis, 08 Juli 2021 | 13:30 WIB
Apa Itu Happy Hypoxia? Pasien COVID-19 Kalbar Terawa Lepas, Sesak Nafas, Lalu Meninggal
INFOGRAFIS: Happy Hypoxia, Apa Itu?

Dokter rumah sakit RSUP Persahabatan Jakarta itu menjelaskan bahwa kadar oksigen dalam darah pada orang normal seharusnya antara 95-100 persen.

Sedangkan pada pasien yang mengalami happy hypoxia, kadar oksigennya turun hingga 60-70 persen.

Lantaran tidak mengalami sesak, happy hipoxya terkadang tidak disadari.

Tetapi kekurangan oksigen dalam tubuh dapat menyebabkan lemas bahkan hingga kehilangan kesadaran.

Baca Juga:Makin Gawat! Virus COVID-19 Varian Delta Masuk Kalimantan Barat

"Pencegahannya dengan mengetahui gejalanya sebelum itu terjadi. Kalau hanya gejala yang bertambah maka kita berpikir ini mungkin hipoxya segeralah mencari pertolongan dan juga kalau orang yang bergejala sering-sering ukur saturasi oksigen dengan pulse oximetry. Jangan tunggu sesak," ucap Erlina.

"Yang perlu dijaga bukan jangan sampai happy hipoxya, tapi jangan sampai kena covid," pungkasnya.

Peristiwa di Kalbar

Gejala baru Covid-19 bernama happy hypoxia ditemukan di Kabupaten Bengkayang, Kalaimantan Barat. Pasien COVID- 19 meninggal dunia habis tertawa lepas.

Happy hypoxia adalah penurunan kadar oksigen dalam darah. Kondisi tersebut membuat seseorang mengalami masalah dalam pernapasan berupa sesak napas atau dispnea.

Baca Juga:Gejala Baru COVID-19 di Kalbar, Habis Ketawa, Sesak, Lalu Meninggal Namanya Happy Hypoxia

"Sudah ada kasusnya (happy hypoxia) di Bengkayang. Gejalanya, orang (yang mengidapnya) bisa jalan-jalan, bisa ketawa-ketawa, tiba-tiba sesak dan meninggal. Itu yang dikenal dengan happy hypoxia," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Bengkayang, I Made Putra Negara kepada sejumlah wartawan, Rabu (7/7/2021).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini