"Ibu gak punya otak," kata petugas bandara.
Mendengar itu, Gebby semakin emosi. Ia mengungkapkan seluruh unek-uneknya mengenai ketidakadilan yang dialaminya. Apalagi, ia sudah menjalani PCR dan vaksin yang cukup menyiksa tubuh.
"Ibu yang gak punya otak. Mempersulit negara tahu gak? Sekarang negara itu sudah susah, jangan dibuat susah lagi tahu gak? Syaratnya udah ada PCR, hidung kita dicolok-colok. Kita udah vaksin sampai demam-demam," protes Gebby.
Petugas bandara pun mengancam akan mempolisikan dirinya. Namun, Gebby tak gentar dan terus menantang.
Baca Juga:Dariapada Nganggur, Bandara Kertajati Diusulkan Disulap Jadi RS COVID-19
Dalam video sebelumnya, Gebby menuliskan syarat penerbangan wajib vaksin dan PCR tidak berguna sama sekali.
"Vaksin Gak Guna!!! PCR Gak Guna!!! So... Jangan Vaksin Jangan PCR Jangan Terbang Genk. Lucunya Negeri Ini," tulisnya di caption Instagram.
Gebby Vesta menjelaskan seluruh persyaratannya sudah lengkap. Ia sudah membawa sertifikat vaksin Covid-19 dan hasil PCR. Namun sesampainya di bandara, ada syarat baru yang dianggapnya tak masuk akal.
Dia diminta oleh petugas bandara untuk membawa surat dinas dan izin dari RT/RW setempat. Jika tidak, ia tidak diizinkan terbang.
"Data udah lengkap ada lagi syarat terbang harus ada surat dinas dan izin RT RW udah kaya mau nikahan yang di mana gakk ada update apapun tentang peraturan baru yang katanya baru aja diberlakukan," tulis Gebby.
Baca Juga:Petugas Bandara di Jepang Berikan Pesan Manis Kepada Para Penumpang
Saat menanyakan aturan itu, petugas bandara malah menyalahkan Gebby yang tidak update peraturan terbaru. Jawaban itu membuat Gebby langsung emosi.