Densus 88 Antiteror Sita Panah Terduga Teroris Jaringan Jamaah Islamiah

Terduga teroris itu berinisial EK yang ditangkap Densus 88 pada Senin (13/12/2021) siang.

Riki Chandra
Selasa, 14 Desember 2021 | 19:41 WIB
Densus 88 Antiteror Sita Panah Terduga Teroris Jaringan Jamaah Islamiah
Salah satu rumah terduga teroris jaringan Jamaah Islamiah (JI) yang ditangkap Densus 88 di Jalan R Soekamto, Lorong Masjid RT 037/008, Kecamatan Ilir Timur III, Palembang. [Dok.Antara]

SuaraKalbar.id - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyita alat belasan buku kajian dan dua anak panah dari seorang terduga teroris yang ditangkap di Jalan R Soekamto, Lorong Masjid RT 037/008, Kecamatan Ilir Timur III, Palembang, Sumatera Selatan.

Terduga teroris itu berinisial EK yang ditangkap Densus 88 pada Senin (13/12/2021) siang.

Pelaku diyakini merupakan salah satu dari empat terduga teroris jaringan Jamaah Islamiah (JI) di Sumsel.

Warga setempat berinisial A (70) di Palembang, Selasa, mengatakan barang bukti tersebut didapatkan Densus 88 dari rumah yang ditempati terduga teroris EK.

Baca Juga:Cerita Warga saat 3 Terduga Teroris Ditangkap di Palembang, Sempat Tidak Dikenal Warga

Hal tersebut disaksikannya secara langsung olehnya, sebab saat penggeledahan, dia bersama ketua RT setempat diajak tim Densus 88 untuk menjadi saksi.

"Saya lihat penggeledahannya. Saat itu, penggeledahan juga disaksikan oleh EK dan istrinya. Tim menyita belasan buku, dua buah busur panah dan juga empat gawai sebagai barang bukti," kata dia.

Menurut saksi A, terduga teroris EK itu baru selama empat bulan menjadi tetangga mereka di Lorong Masjid. Di sini dia tinggal bersama seorang istri dan menempati sebuah rumah dua lantai.

Kediamannya tersebut juga dijadikan sebagai rumah tahfiz dengan murid anak-anak remaja setempat dan santriwati dari luar Palembang.

"Dia dan keluarganya baru sekitar empat bulan terakhir tinggal di sini. Mereka membuka rumah tahfiz, yang dipinjamkan seorang warga dengan jangka waktu selama lima tahun," ujarnya.

Baca Juga:Pedagang Siomay Jadi Teroris, Polisi: Terlibat Pengeboman Gereja Katedral di Sulsel

Meskipun mereka hidup bertetangga, namun A sama sekali belum pernah bersosialisasi dengan EK, sebab aktivitas EK lebih banyak di rumah dan sesekali keluar hanya untuk ibadah shalat lima waktu ke masjid.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini