Waspada! Stres Berkepanjangan Dapat Memicu Stroke

"Ketika hormon stres dilepaskan, hormon ini akan bekerja di bagian tubuh tertentu, salah satunya pembuluh darah," jelas Gina.

Bella
Sabtu, 29 Oktober 2022 | 08:05 WIB
Waspada! Stres Berkepanjangan Dapat Memicu Stroke
Ilustrasi stres (Pexels.com/Mikhail Nilov)

SuaraKalbar.id - Stres berkepanjangan tak hanya berdampak buruk terhadap status kesehatan mental namun juga terhadap kesehatan fisik, salah satunya stroke.

Psikiater dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Cipto Mangunkusumo dr. Gina Anindyajati mengatakan, salah satu kondisi fatal yang bisa diderita oleh orang dengan stres berkepanjangan, kata dia, adalah penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah yang membuat dia berisiko terkena stroke.

"Ketika hormon stres dilepaskan, hormon ini akan bekerja di bagian tubuh tertentu, salah satunya pembuluh darah," jelas Gina, dalam peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang digelar daring oleh Puskesmas Ciracas Jakarta Timur, diikuti di Jakarta, Jumat (28/10/2022).

Ketika hormon stres bekerja di pembuluh darah, kata Gina, dia akan menimbulkan peradangan di pembuluh darah sehingga meningkatkan kerentanan terbentuknya plak.

Baca Juga:Riset Microsoft Terbaru: Banyak Orang Alami Stres Usai Pandemi, Penyebabnya Karena Ini

"Ketika lemak atau plak ini menumpuk di pembuluh darah, ini akan menimbulkan sumbatan. Ketika pembuluh darah tersumbat, maka bisa terjadi stroke. Itulah mengapa orang stres bisa lebih rentan sakit fisik," sambungnya.

Selain itu, kata Gina, ketika seseorang mengalami stres, tubuhnya akan memproduksi hormon stres secara berlebihan yang menyebabkan peradangan pada sel-sel tubuh.

"Orang yang mengalami stres berkepanjangan akan menjadi lebih mudah sakit termasuk sakit fisik," kata Gina.

Lebih lanjut, kata dia, hormon stres juga akan membuat seseorang mengalami kelelahan kronis. Kemudian, metabolisme dan daya tahan tubuhnya juga akan menurun.

Menurut Gina, stres memang telah menjadi masalah besar selama pandemi COVID-19. Ia mengatakan, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (PDSKJI) telah mengumpulkan data mengenai kesehatan jiwa melalui kuesioner swaperiksa.

Baca Juga:Kenali 5 Kebiasaan yang Dapat Merusak Mental, Nomor 4 Paling Parah

Ia mengemukakan bahwa selama dua tahun terakhir, sebanyak 14.988 orang telah mengakses swaperiksa di laman resmi PDSKJI. 75,8 persen di antaranya adalah perempuan.

Dari hasil swaperiksa tersebut, 75 persen terindikasi mengalami masalah psikologis mulai dari masalah kecemasan, depresi, hingga keinginan untuk melukai diri sendiri atau bahkan bunuh diri. Antara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini