- Suara serak yang berkelanjutan merupakan gejala, bukan penyakit, sering disebabkan iritasi pita suara dari merokok atau refluks asam.
- Kondisi suara serak yang bertahan lebih dari beberapa minggu dapat mengindikasikan masalah serius seperti nodul atau gangguan tiroid.
- Pemeriksaan THT disarankan jika suara serak disertai nyeri menelan atau batuk terus-menerus untuk mencegah kerusakan permanen.
SuaraKalbar.id - Suara serak sering dianggap sebagai masalah ringan yang akan hilang dengan sendirinya. Kondisi ini bisa muncul setelah bangun tidur, berbicara terlalu lama, atau saat mengalami flu ringan. Namun, suara serak yang tidak kunjung membaik dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius.
Menurut laporan Hindustan Times, suara serak yang terdengar lebih berat atau parau ini berkepanjangan dapat memiliki berbagai penyebab.
Memahami penyebabnya penting untuk menentukan penanganan yang tepat dan cepat sehingga dapat mencegah kerusakan jangka panjang dan komplikasi.
Dokter THT serta bedah kepala dan leher di Medanta The Medicity, Dr. K. K. Handa menjelaskan arti suara parau yang tidak kunjung membaik serta tanda-tanda peringatan yang mengharuskan seseorang memeriksakan diri ke dokter.
“Suara serak adalah gejala, bukan penyakit,” katanya melansir Antara, Jumat, 6 Maret 2026.
Biasanya, suara serak dalam kehidupan sehari-hari disebabkan oleh faktor umum yang mengiritasi dan meradang pada pita suara.
Handa menyebut beberapa pemicu umum, seperti berteriak, sering membersihkan tenggorokan, merokok, paparan polusi, dan refluks asam lambung.
Selain itu, gaya hidup yang sibuk juga dapat berperan, mulai dari rapat daring yang panjang, pola makan yang tidak teratur, hingga dehidrasi yang dapat memberi tekanan pada pita suara.
“Suara serak yang terus-menerus terkadang bisa disebabkan oleh kondisi serius seperti nodul atau polip pada pita suara (pertumbuhan kecil akibat penggunaan berlebihan atau iritasi yang membuat suara menjadi serak), penyakit refluks asam kronis pada kotak suara (ketika asam lambung mengiritasi pita suara),” ujarnya.
Handa juga menyampaikan suara serak lama juga bisa disebabkan masalah tiroid yang memerlukan perhatian segera untuk mencegah kerusakan permanen.
Dengan demikian, meskipun suara serak bisa muncul akibat penyebab ringan seperti kelelahan pada pita suara, kondisi yang berlangsung lama juga dapat menandakan gangguan medis serius pada pita suara atau organ di sekitarnya.
Jika masalah tersebut tidak ditangani, kerusakan yang terjadi bisa bersifat permanen. Biasanya, suara serak akan membaik dalam beberapa hari. Namun dokter bedah tersebut mengingatkan bahwa kondisi ini perlu diperiksa jika perubahan suara berlangsung lebih dari beberapa minggu.
Handa juga menyoroti beberapa tanda peringatan yang, jika muncul bersamaan dengan suara serak, menandakan pentingnya konsultasi medis, seperti nyeri tenggorokan yang tidak kunjung reda, kesulitan atau rasa tidak nyaman saat menelan.
Kemudian tandanya juga meliputi batuk yang terus-menerus, sensasi ada benjolan atau sesuatu yang tersangkut di tenggorokan, kelelahan suara yang semakin memburuk di akhir hari, serta suara serak yang berlangsung lebih dari dua minggu.
Dokter tersebut menambahkan bahwa pemeriksaan THT tergolong mudah dan biasanya melibatkan pemeriksaan pita suara menggunakan kamera kecil.