- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan titik panas di Kalimantan Barat menurun pada Kamis, 3 September 2026.
- Meskipun titik panas berkurang, kabut asap pekat tetap bertahan sehingga kondisi wilayah tersebut dinilai belum aman.
- Pemerintah mengerahkan operasi modifikasi cuaca, helikopter pengebom air, serta petugas gabungan untuk mengatasi bencana kebakaran.
Selain OMC, pemerintah juga mengerahkan armada water bombing untuk membantu pemadaman dari udara.
“Kemudian, water bombing. Saya lupa angkanya, tapi kalau tidak salah sudah ada tujuh. Ada tujuh pesawat ada di sini, tujuh helikopter ada di sini,” ujar Raja Juli.
Penanganan dari darat juga terus dilakukan oleh Manggala Agni, TNI, Polri, KPH, relawan, dan masyarakat peduli api.
Raja Juli memberikan apresiasi kepada petugas yang berada di garis depan penanganan karhutla.
Baca Juga:Lima Perusahaan Kena Sanksi Karhutla Kalbar, Izin Dibekukan dan Wajib Pulihkan Lingkungan
“Inilah yang dikerjakan oleh Manggala Agni yang gagah berani berada paling depan. Kalau orang ada api lari, ada asap lari teman-teman Manggala Agni justru mendatangi,” katanya.
Ia mengatakan penguatan penanganan karhutla diperlukan karena September diperkirakan menjadi periode puncak kebakaran. Pemerintah, menurutnya, telah melakukan persiapan sejak Agustus dengan menata personel dan peralatan.
“Karena puncak karhutla ini September seperti yang sudah diprediksi. Agustus kemarin sudah mulai naik. Ini kan bulan latihan kita kemarin menata barisan melakukan kampanye menata peralatan semacam itu lebih masif sekarang saatnya benar-benar kita sedang berada pada bulan perjuangan,” ujarnya.
Selain penanganan di lapangan, Raja Juli menilai kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah munculnya titik api baru. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, membuang puntung rokok, maupun membersihkan kebun dengan cara membakar.
“Ini edukasi atau kesadaran publik. Empat faktor baik semuanya tapi kalau kesadaran publiknya lemah masyarakat kita masih bakar sampah sembarangan buang puntung rokok sembarangan membersihkan kebun mereka dengan cara membakar,” katanya.
Baca Juga:Asap Karhutla Kalimantan Sampai ke Negara Tetangga, Ini Kata BMKG
Ia meminta media turut mengedukasi masyarakat mengenai bahaya pembakaran dan kondisi karhutla yang sedang terjadi.
“Oleh karena itu ini harus dikerjakan secara bersama-sama dan saya meminta kepada media untuk mengedukasi,” ujarnya.
Raja Juli mengatakan pemerintah pusat akan terus melakukan evaluasi terhadap penanganan karhutla di Kalbar. Kepala BNPB juga dijadwalkan datang ke Kalimantan Barat untuk memimpin rapat dan memetakan kembali kebutuhan operasi modifikasi cuaca, water bombing, serta penguatan pasukan darat.
“Besok Bapak Kepala BNPB akan datang dan akan memimpin rapat untuk memapping kembali tadi, OMC kita bagaimana kapan potensinya dimana kemudian tadi pasukan, apa namanya water bombing kita apakah kita perlu akan mengerahkan kembali atau menambah kembali jumlah-jumlah water bomber kita,” katanya.
Ia menegaskan seluruh unsur harus bergerak bersama untuk melindungi masyarakat dari dampak karhutla.
“Karena itu ayo kita bersama-sama bergotong royong untuk kebaikan merapatkan barisan,” pungkasnya.