- Tiga pelajar SMPN 06 Simpang Hilir meraih dua emas dan satu perak pada Kejurprov IBCA-MMA Kalimantan Barat 2026 di Pontianak.
- Ketiga atlet muda tersebut mengikuti pertandingan secara mandiri tanpa adanya dukungan sponsor dari pihak manapun maupun sekolah.
- Pelatih berharap prestasi ini menarik perhatian pemerintah untuk memberikan dukungan fasilitas dan pembinaan atlet muda secara berkelanjutan.
SuaraKalbar.id - Tiga pelajar kelas VIII SMPN 06 Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, membuktikan keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk berprestasi di tingkat provinsi.
Afika Rapina Putri, Yohanes Reza, dan Marsiana Tiama berhasil membawa pulang dua medali emas dan satu medali perak dari Kejurprov IBCA-MMA Kalimantan Barat 2026 di GOR Pangsuma, Pontianak.
Ketiganya turun pada kategori pelajar Youth kelas 33 kilogram tingkat SMP yang dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2026.
Afika berhasil menjadi juara pertama dan meraih medali emas pada kategori petarung putri. Sementara Yohanes juga keluar sebagai juara pertama dan membawa pulang emas pada kategori petarung putra.
Baca Juga:Karhutla Ganggu Kualitas Udara, 934 Kasus ISPA Tercatat di Kayong Utara
Adapun Marsiana meraih juara kedua dan medali perak pada kategori petarung putri.
Di balik raihan tersebut, ketiganya harus mengikuti kompetisi tanpa dukungan sponsor, termasuk dari sekolah.
Pelatih mereka, William, mengatakan seluruh kebutuhan untuk mengikuti pertandingan dipenuhi secara mandiri.
"Mereka tidak ada sponsor dari mana pun, apalagi dari sekolah. Murni dengan jerih payah sendiri. Tetapi mereka berhasil meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah," ujar William.
Keterbatasan fasilitas dan perlengkapan pertandingan juga menjadi tantangan yang harus dihadapi ketiga atlet muda tersebut.
Baca Juga:Siswa SD Urung Makan Setelah Temukan Ayam Berulat dalam Menu MBG
Meski begitu, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Afika, Yohanes, dan Marsiana untuk menjalani latihan hingga akhirnya mampu bersaing dalam kejuaraan tingkat provinsi.
William berharap prestasi ketiganya dapat membuka perhatian pemerintah daerah, baik Pemerintah Kabupaten Kayong Utara maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, terhadap pembinaan atlet muda dari daerah.
Menurut dia, dukungan fasilitas dan pembinaan menjadi penting, terutama bagi anak-anak dari wilayah pedalaman yang memiliki keterbatasan akses terhadap sarana olahraga.
Ia menilai potensi atlet muda dari daerah dapat berkembang lebih jauh apabila didukung fasilitas latihan, perlengkapan pertandingan, serta pembinaan yang berkelanjutan.
Raihan dua emas dan satu perak tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolah ketiga atlet. Prestasi itu juga membawa nama SMPN 06 Simpang Hilir serta daerah asal mereka di Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak.