- Leonardo DiCaprio menyoroti kebakaran hutan seluas 800.000 hektare di Borneo dan Sumatera yang berdampak buruk pada habitat orangutan.
- Kelompok Re:wild mencatat sebanyak 23 orangutan di Kalimantan Barat berhasil diselamatkan setelah terusir oleh kebakaran hutan tersebut.
- Kebakaran hutan dan lahan gambut juga menyebabkan sekitar 5,5 juta manusia terpapar asap serta memperburuk krisis iklim global.
Ketika api menghanguskan hutan, pilihan satwa ini untuk melarikan diri menjadi sangat terbatas. Berbeda dengan satwa yang dapat bergerak lebih mudah di permukaan tanah, hilangnya tutupan hutan berarti hilangnya jalur hidup mereka.
Kebakaran yang terus bergerak juga menciptakan persoalan lain: habitat yang sebelumnya menjadi tempat berlindung berubah menjadi ruang terbuka yang sulit dihuni.
Karena itu, upaya penyelamatan tidak hanya dilakukan dengan mengevakuasi satwa yang sudah ditemukan. Menjaga hutan yang belum terbakar menjadi sama pentingnya.
Ancaman terbesar muncul ketika api memasuki kawasan gambut. Dalam kondisi alami, gambut menyimpan air dalam jumlah besar. Namun, gambut yang mengering dapat menjadi bahan bakar dan api dapat terus membara di bawah permukaan.
Baca Juga:Karhutla Belum Usai, Warga Kubu Raya Andalkan Hujan hingga Beli Air untuk Minum
Re:wild menyebut kebakaran gambut dapat bertahan selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Api dapat merambat di bawah tanah, melewati sekat bakar dan muncul kembali di lokasi yang sebelumnya terlihat sudah aman.
DiCaprio juga menyoroti persoalan tersebut dalam unggahannya. Menurut dia, ketika gambut yang kaya karbon terbakar, karbon yang tersimpan dilepaskan ke atmosfer dan semakin memperburuk krisis iklim serta keanekaragaman hayati.
Dengan kata lain, kebakaran gambut menciptakan lingkaran persoalan: hutan terbakar, satwa kehilangan habitat, asap mengganggu manusia dan karbon dilepaskan kembali ke atmosfer.
Lebih dari 5 juta orang terpapar asap
Krisis tersebut juga tidak berhenti di kawasan hutan.
Baca Juga:IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan
Re:wild memperkirakan sekitar 5,5 juta orang telah terpapar asap kebakaran. Pada saat yang sama, laporan mengenai satwa yang melarikan diri dari hutan menunjukkan bahwa dampak kebakaran berlangsung pada dua ruang sekaligus: ruang hidup manusia dan ruang hidup satwa.
Bagi orangutan dan owa yang hidup bergantung pada pepohonan, persoalannya bahkan lebih mendasar yakni ketika hutan terakhir terbakar, mereka harus melarikan diri ke mana?