SuaraKalbar.id - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Sutarmidji angkat bicara terkait isu penghapusan aturan rapid test atau swab test sebelum melakukan perjalanan.
Ia menyoroti tentang keputusan Kementerian Kesehatan RI yang mencabut rapid test dan PCR sebagai syarat penerbangan.
Sutarmidji beranggapan bahwa aturan tersebut merupakan tindakan konyol dan justru membahayakan masyarakat.
“Itu pekerjaan konyol pak Menteri itu," ujarnya kepada sejumlah wartawan saat ditemui di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu (9/9/2020).
Pria yang karib disapa Bang Midji itu menilai, tidak semua daerah dapat mentracing orang karena keterbatasan kemampuan melakukan tes swab.
Ia menyayangkan sistem penanganan Covid-19 di Indonesia kalau seperti ini.
"Sudah tahu daerah kemampuannya sangat terbatas tetapi masih diberi beban untuk tracing orang, konyol kan," kesalnya.
"Rapid testnya dicabut lalu diwajibkan daerah yang melakukan itu, konyol lah namanya. Kalau daerah ada PCR nya,kalau tidak memadai, bagaimana? Itu pekerjaan yang tidak masuk akal," sambungnya.
Proses pencegahan penularan virus Covid-19 , lanjutnya, lebih baik dilakukan dipintu keluar bukan pintu masuk bandara agar dapat mengetahui hasil dari orang-orang yang dapat dengan bebas berkeliaran.
Baca Juga: Hasril Chaniago Ungkap Kakek Arteria Dahlan Pendiri PKI Sumbar
“Pintu keluar bukan pintu masuk. Pintu masuk harus nunggu waktu. Swab kan diambil mungkin dua hari lagi baru ada hasilnya, karena antri dan orang-orang ini berkeliaran kemana-mana," ujarnya.
Sutarmidji juga mengomentari klaim yang menyebut pasien Covid-19 dapat dinyatakan sembuh jika sudah melakukan isolasi selama 10 hari.
“Tidak semua orang tanpa gejala (OTG) bisa sembuh dalam 10 hari semua. Karena ada OTG yang sudah 12 hari kandungan virus didalam tubuh dia itu masih diatas 6 Juta Copies virus dan itu masih potensi untuk menular," ungkapnya.
Orang nomor satu di Kalbar ini meminta agar tidak meremehkan rapid test.
Meskipun penerbangan tidak lagi menggunakan syarat itu, namun pemerintah provinsi Kalbar akan tetap melakukan penjagaan ketat dipintu masuk penerbangan yang menuju ke bumi Khatulistiwa ini.
"Kalau saya jangan dilepas gitu,kalau perlu penerbangan dengan swab, itu harusnya. Harus kita swab, kedapatan positif langsung kita isolasi," tutupnya.
Untuk diketahui, belakangan beredar kabar kalau Kemenkes mencabut aturan rapid test atau swab test sebelum melakukan perjalanan. Syarat itu cukup digantikan hanya dengan ukur suhu tubuh.
Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatab Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), orang yang melakukan perjalanan tidak akan dites, penemuan kasus baru akan difokuskan di pintu masuk wilayah.
Kontributor : Eko Susanto
Berita Terkait
-
Berapa Biaya Umrah di Hanania Travel? Diduga Tipu Calon Jemaah hingga Rugi Rp60 M
-
7 Alasan Big Bird Airport Shuttle Cocok untuk Perjalanan Bisnis
-
Seberapa Penting Asuransi Perjalanan di Era Serba Mobile? Ini Penjelasannya
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Membaca Perjalanan Mustahil Samiam: Sebuah Petualangan Mencari Akar yang Mengusik Logika
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak
-
Pendapatan Hampir Sesuai Target, Mengapa Ada Rp138 Miliar Dana Tersisa di APBD Pontianak?
-
Tak Terhalang Batas Negara, Dayak Bidayuh RI dan Malaysia Bersatu di Gawia Sowa 2026
-
Sering Belanja di Malaysia? Ini Barang Elektronik yang Bisa Dibawa Masuk lewat Entikong Tanpa Biaya
-
Daya Beli dan Industri Menjaga Ekonomi Kalbar Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global