SuaraKalbar.id - Fadhli Borneo KDI meninggal dunia. Fadhli Borneo merupakan pedangdut asal Kalimantan Barat atau Kalbar.
Fadhli Borneo meninggal dunia hari Rabu (30/9/2020) pukul 01.00 WIB. Ucapan duka terus mengalir untuk kepergian jebolan Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2019.
Nama Fadhli Borneo dikenal lewat ajang pencarian penyanyi dangdut, Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2019. Saat itu, ia mewakili daerah asalnya, Kalimantan Barat.
Pria bernama lengkap Muhammad Toha Dzhul Fadhli ini juga sebelumnya menjadi alumni Bintang Pelajar dan Bintang Primadona. Ia pun aktif mengikuti berbagai kompetisi menyanyi.
Setelah selesai dari KDI 2019 dan namanya dikenal banyak orang, Fadhli Borneo akhirnya membentuk grup duo bersama rekannya dari KDI 2019 juga. Ialah Putra. Mereka menamakan duet itu 'D Born Duo Borneo'. Keduanya pun sudah mengeluarkan satu single berjudul 'Sisa Kenang'. Berbagai acara pun sudah diisi D Born Duo Borneo yang kemudian dibagikan melalui akun Instagram pribadi masing-masing.
Selain menyanyi, Fadhli Borneo juga dikenal sebagai pengusaha. Bisnisnya di bidang kuliner yakni usaha minuman cheese milk fresh.
Berikut fakta-fakta Fadhli Borneo KDI meninggal dunia:
1. Sakit Tifus
Fadhli Borneo meninggal dunia hari Rabu (30/9/2020) pukul 01.00 WIB karena mengidap penyakit tifus.
Baca Juga: Pedangdut Fadhli Borneo Meninggal, Nana Mirdad Temukan Mayat Bayi
Kabar meninggalnya Fadhli diumumkan oleh Poetra KDI, rekan seperjuangan Fadhli saat mengikuti ajang KDI 2019. Putra mengunggah ucapan duka lewat postingan Instagram-nya.
"Turut berduka cita atas wafatnya Sdr M.Toha Dzul Fadhli," tulis Putra lewat Instagramnya.
Lantas unggahan tersebut langsung dibanjiri ucapan duka dari netizen. "innalillahi wainna lillahi rojiun ya allah smoga amal ibdah nya di terima oleh allah swt amin," tulis netizen. "adhli anak baik Semoga alm husnul khotimah ditmpt kan di syurga nya Allah...Aamiin.. alfatihah..," imbuh netizen lain.
2. Baru Menikah
Belum lama ini, Fadhli menikahi kekasihnya. Pernikahan Fadhil digelar dengan begitu sederhana. Saat resepsi pernikahan, Fadhil dan sang istri Ayu Kusuma mengenakan busana adat Jawa. Keduanya terlihat bahagia saat itu.
Pernikahan tersebut baru digelar bulan Agustus lalu. Bahkan resepsinya baru dilaksanakan 5 September kemarin. Namun takdir berkata lain. Fadhli meninggalkan istri dan keluarganya di usia yang masih begitu muda.
Berita Terkait
-
Viral Wagub Kalbar Tantang Dedi Mulyadi Pimpin Daerahnya: Kalau Bisa Kucium Lututnya
-
Berobat ke Malaysia, Langkah Gubernur Kalbar Ria Norsan Disorot di Tengah Kabar Pemeriksaan KPK
-
Polosnya Bocah Kritik Gubernur Kalbar karena Jalan Rusak, Pemprov Gercep Beri Respons
-
Dimeriahkan Musisi Ternama, Babak Grand Final KDI 2025 Digelar Malam Ini
-
Karhutla: 10 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Anjongan, Api Sempat Mendekati Bangunan Warga
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
7 Oleh-Oleh Khas Kalimantan Barat yang Laris di Marketplace, Nomor 3 Paling Diburu
-
Mandau Kalimantan, Dari Senjata Perang hingga Pusaka Suku Dayak yang Sarat Makna dan Nilai Keramat
-
Empat Tahun Bintang 5, Bank Kalbar Disebut Kelas Nasional: Prestasi Nyata atau Sekadar Label?
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Viral 'Cium Lutut' ke Dedi Mulyadi, 5 Fakta Krisantus Kurniawan, Politisi PDIP dan Harta Kekayaannya