- Masyarakat Dayak di Kalimantan Barat menggunakan tato sebagai simbol identitas diri, kedudukan sosial, serta rekam jejak perjalanan hidup seseorang.
- Tato dianggap sebagai bekal spiritual berupa cahaya penuntun bagi roh manusia dalam menempuh perjalanan setelah kematian tiba.
- Setiap motif tato tradisional Dayak memiliki filosofi mendalam dan dibuat melalui rangkaian ritual adat sebagai bentuk permohonan izin.
SuaraKalbar.id - Di tengah tren tato modern yang kini identik dengan gaya hidup dan estetika, masyarakat Dayak di Kalimantan Barat justru telah lebih dulu memaknai tato sebagai sesuatu yang jauh lebih dalam: identitas, perjalanan hidup, hingga simbol spiritual yang sakral.
Bagi suku Dayak, tato bukan sekadar hiasan tubuh. Setiap guratan memiliki arti, setiap pola menyimpan kisah, dan setiap titik tinta adalah rekam jejak kehidupan seseorang.
Dalam tradisi Dayak, tato atau yang dikenal sebagai tedak bukanlah sesuatu yang bisa dibuat sembarangan. Tato menjadi penanda identitas seseorang—mulai dari asal suku, kedudukan sosial, hingga pencapaian hidup.
Misalnya, seseorang yang telah melakukan perjalanan jauh atau berjasa bagi komunitasnya berhak mendapatkan motif tertentu. Semakin kompleks dan banyak tato yang dimiliki, biasanya menunjukkan semakin tinggi pula status atau pengalaman hidup orang tersebut.
Yang membuat tato Dayak berbeda adalah nilai spiritual yang melekat kuat. Tato dipercaya sebagai “bekal” menuju kehidupan setelah kematian.
Dalam kepercayaan tradisional, roh manusia akan melakukan perjalanan panjang setelah meninggal. Tato yang terukir di tubuh dipercaya akan menjadi cahaya penuntun di alam baka. Tanpa tato, perjalanan tersebut diyakini akan lebih gelap dan sulit.
Itulah sebabnya, proses pembuatan tato tidak dilakukan sembarangan, melainkan melalui ritual tertentu yang sarat makna.
Setiap Motif Punya Cerita
Motif tato Dayak tidak dibuat asal indah. Setiap pola memiliki filosofi mendalam, di antaranya motif bunga terung: melambangkan awal perjalanan hidup, biasanya untuk pemuda yang mulai merantau, motif burung enggang: simbol kehormatan, kepemimpinan, dan dunia atas.
Baca Juga: Bukan Sekadar Rumah Adat Dayak, Radakng Samilik Dibangun Rp1,5 Miliar, Ini Keunikannya
Sedangkan motif naga atau aso: penjaga kekuatan dan pelindung dari roh jahat, motif garis dan lengkungan: menggambarkan perjalanan hidup yang tidak selalu lurus.
Karena itu, tato Dayak bisa dibaca layaknya “biografi hidup” seseorang yang cukup dengan melihat tubuhnya.
Pembuatan tato tradisional Dayak dilakukan dengan alat sederhana, seperti jarum dan pewarna alami dari tumbuhan. Namun yang membuatnya istimewa adalah proses ritualnya.
Biasanya, sebelum tato dibuat, dilakukan upacara adat sebagai bentuk permohonan izin kepada leluhur. Proses ini bisa memakan waktu lama dan dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Rasa sakit dalam proses tersebut juga dianggap sebagai bagian dari ujian mental dan kedewasaan.
Seiring perkembangan zaman, tato Dayak mulai dikenal luas dan bahkan menjadi inspirasi dunia tattoo art modern. Banyak orang luar Kalimantan yang tertarik mengadopsi motifnya.
Tag
Berita Terkait
-
Profil dan Kekayaan Krisantus Kurniawan, Wagub Kalbar yang Viral Tantang Dedi Mulyadi 'Cium Lutut'
-
Viral! Wagub Kalbar Tantang Dedi Mulyadi, Ucapannya Bikin Heboh: Kucium Lututnya
-
Harga TBS Kelapa Sawit Kalbar April 2026 Tembus Rp3.726 Per Kilogram, Ini Rinciannya
-
BMKG: Kalbar Masuk Waspada 6-12 April, Hujan Turun Tapi Risiko Karhutla Meningkat
-
Saat Anggaran Diminta Hemat, Pejabat Kalbar Mau Retreat ke Luar Daerah: Apa Urgensinya?
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Viral 'Cium Lutut' ke Dedi Mulyadi, 5 Fakta Krisantus Kurniawan, Politisi PDIP dan Harta Kekayaannya
-
Bukan Sekadar Rumah Adat Dayak, Radakng Samilik Dibangun Rp1,5 Miliar, Ini Keunikannya
-
Dari Polemik 'Cium Lutut', Kekayaan Krisantus vs Dedi Mulyadi Jadi Sorotan, Terpaut Rp9 Miliar
-
Bibir Pecah-Pecah karena Panas Pontianak? Cara Ini Diam-Diam Jadi Andalan Banyak Orang