SuaraKalbar.id - Sebanyak 7 petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dan aktivis dikabarkan ditangkap polisi. Sebanyak 4 orang terkonfirmasi kebenarannya.
Mereka ditangkap Bareskrim Polri atas tudingan menyebarkan berita bohong atau hoaks terkait Undang-Undang Omnibus Law - Cipta Kerja. Penangkapan dilakukan sejak 7 hingga 13 Oktober 2020.
Berdasar informasi, keenam petinggi KAMI dan aktivis yang ditangkap di antaranya
- Aktivis Perempuan Makassar Videlya Esmerella,
- Ketua KAMI Sumatera Utara Khairi Amri
- Penulis sekaligus mantan caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kingkin Anida
- Deklator KAMI Anton Permana
- Aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) Kholid Saifullah
- Anggota Komite Eksekutif KAMI Syahganda Nainggolan.
- Anggota KAMI Jumhur Hidayat
Terkait hal itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengaku belum mengetahui pasti berapa jumlah orang yang telah ditangkap terkait kasus hoaks Undang-Undang Omnibus Law - Cipta Kerja.
"Saya cek dulu ya," kata Argo saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2020).
Sementara itu, dari enam petinggi KAMI dan aktivis yang dikabarkan ditangkap baru 4 orang yang telah terkonfirmasi.
Mereka adalah Videlya Esmerella, Khairi Amri, Syahganda Nainggolan, dan Jumhur Hidayat.
Syahganda ditangkap di rumahnya sekira pukul 04.00 WIB. Jumhur Hidayat juga ditangkap di rumahnya
"Ditangkap di Depok tadi pukul 04.00 WIB," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono.
Baca Juga: Polisi Tangkap Jumhur Hidayat, Aktivis Mahasiswa ITB Era 80an
Berita Terkait
-
Bersaksi di MK, Perempuan Adat Poco Leok Ungkap Tak Dilibatkan di Rencana Geothermal Ulumbu
-
Gugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Sebut Hukum Masih Pakai Standar Laki-Laki
-
Walhi Sentil Ambisi Pemerintah Garap Ratusan PSN: Ini Menguntungkan Siapa?
-
Bakal Ada Aksi Bergelombang 15-30 Oktober di Tiap Daerah, Ini 3 Tuntutan Utama Buruh!
-
UU Cipta Kerja Diuji di MK, Komnas Perempuan Minta Hakim Gunakan Analisis Hukum Feminis
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian
-
Dari Investor Global hingga UMKM, BRI Bangun Koneksi Bisnis Lintas Negara
-
Dukung Pembangunan Nasional, BRI Salurkan KUR Rp167,01 Triliun hingga September 2026
-
Karhutla Kian Mengancam, 62.400 Balita Terserang ISPA: Pemerintah Harus Bertindak!