SuaraKalbar.id - Seorang keponakan nafsu lihat tantenya berbaring di depan TV di rumah. Kebetulan, pamannya lagi pergi.
Hanya ada dia dan si tante di rumah. Lalu si keponakan berinisial JA itu pun cari kesempatan mau berhubungan badan dengan tantenya.
Sudah raba payudara dan elus organ viral si tante, aksi itu dihadiahi teriakan oleh si tante.
JA berusia memperkosa tantenya, tapi gagal. Kejadian itu di Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau.
Tantenta, YS melakukan perlawanan dan berteriak meminta bantuan tetangga.
"Ada kasus itu, hari Jumat (16/10) pekan lalu, pagi-pagi kejadiannya di rumah korban," kata Kapolsek Tampan Komisaris Hotmartua Ambarita, Senin (19/10/2020).
Hanya saja, si tante urung melaporkan peristiwa itu ke polisi. YS dan JA bersepakat menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.
"Pelaku adalah keponakan kandung suami korban. Pelaku meminta maaf," kata Hotmartua.
Selain itu, kata dia, pelaku juga mau menandatangani surat pernyataan maaf dan pernjanjian tak bakal mengulangi perbuatannya.
Baca Juga: Ngaku Bisa Sembuhkan Corona, Dukun Cabul Perkosa 7 Perempuan
Berdasarkan keterangan, peristiwa itu terjadi hari Jumat pagi pukul 07.00 WIB. Kala itu, YS sedang rebahan sembari menonton televisi.
Pelaku terdapat di dalam rumah yang sama. Sebab, selama ini JA tinggal bersama tante dan pamannya.
"Suami korban sedang bekerja. Ketika itu pelaku melihat rok korban tersingkap, sehingga melakukan perbuatan itu," kata Hotmartua.
Ketika hendak diperkosa, korban menjerit dan kabur keluar rumah untuk meminta bantuan warga sekitar.
Jeritan korban terdengar oleh warga yang langsung mengadukan hal itu ke ketua RT setempat.
Selanjutnya, ketua RT dan warga langsung membekuk pelaku dan dibawa ke Polsek Tampan.
Berita Terkait
-
12 Aparat Hukum Diduga Perkosa Seorang Ibu di Papua, Saksi Mata Ungkap Kronologi Pilu
-
Korban Pemerkosaan Mei 1998 Alami Teror Berlapis, Dilarang Lapor Oleh Pejabat Negara
-
Saksi TGPF Ungkap Alasan Kasus Pemerkosaan Massal Mei 1998 Sulit Diproses Hukum
-
Sidang Gugatan Ucapan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 98: Psikolog UI Ditegur Hakim karena Minum
-
Viral Bareng Sal Priadi, Kasus Sitok Srengenge Ternyata Mangkrak
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
-
Sosok Meriyati Roeslani, Istri Jenderal Hoegeng yang Meninggal pada Usia 100 Tahun
-
Istri Jenderal Hoegeng Meninggal di Usia 100 Tahun, Dimakamkan Besok
-
Kembalikan Uang Keuntungan Rp5,1 Miliar, Pengakuan Saksi di Sidang Korupsi Chromebook: Saya Takut
Terkini
-
61 Warga Binaan Berisiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan
-
Kebakaran Lahan Aceh Barat Capai 57,7 Hektare, Status Darurat Karhutla Ditetapkan
-
Dedikasi Tanpa Sorotan, Kisah Inspiratif Petugas Kebersihan Pontianak Menjaga Wajah Kota
-
Lebaran 2026 Jualan Apa? 6 Ide Kue Kering yang Selalu Dicari Konsumen
-
Konsumsi Mi Instan Boleh, Asal Dibatasi, Ini Penjelasan Ahli Gizi