SuaraKalbar.id - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera) Kalimantan Barat mengecam tindakan represif aparat Kepolisian Daerah Kalimantan Barat saat demonstrasi mahasiswa menuntut dibatalkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja, Rabu (28/10/2020) malam.
Dari data yang pihaknya kumpulkan ada 16 orang mahasiswa yang ditangkap pada aksi dan sudah dilepaskan, dari 16 orang yang ditangkap sebanyak 10 orang mahasiswa mengalami luka ringan hingga berat, dan tiga korban yang sempat dilarikan ke rumah sakit.
"Kami mengecam tindakan represif aparat kepolisian yang memukul dan menangkap paksa para peserta aksi," kata Koordinator Lapangan Ampera Kalbar, Ansarrudin dalam keterangan tertulisnya di Pontianak, Jumat (30/10/2020).
Menurut dia, dari keterangan korban tindakan tersebut berasal dari aparat kepolisian.
"Kami juga menyesalkan sikap pihak polisi yang seakan-akan 'cuci tangan' dari kejadian aksi kemarin, yang menyebutkan bahwa tindakan represif itu bukan berasal dari kepolisian, lalu siapa lagi yang melakukan itu," ujarnya.
Apalagi hingga membuat pernyataan seolah-olah korban aksi yang dilarikan ke rumah sakit bukan karena tindakan represif aparat tapi karena penyakit bawaan.
"Kami tegaskan bahwasanya, teman-teman mahasiswa yang mengalami luka ringan dan luka berat hingga dibawa ke rumah sakit adalah akibat dari tindakan represif aparat terhadap mahasiswa," ungkapnya.
Langkah selanjutnya, pihaknya sedang mengumpulkan beberapa fakta lapangan dari aksi kemarin yang membuktikan tindakan represif aparat tersebut.
"Serta tidak menutup kemungkinan kami akan mengambil langkah hukum untuk memperjuangkan keadilan bagi teman-teman kami," ujarnya.
Baca Juga: Tiga Pekan Isolasi, Wagub Kalbar Ria Norsan Sembuh dari Covid-19
Sebelumnya, Kapolda Kalbar, Irjen (Pol) R Sigid Tri Hardjanto melalui Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes (Pol) Donny Charles Go menyatakan, dua mahasiswa yang ikut demo, Rabu (28/10) malam yang kini dirawat di Rumah Sakit Anton Soejarwo, mempunyai riwayat sakit tipus dan asma.
Ia menjelaskan, kemarin Rumah Sakit Bhayangkara menerima peserta unjuk rasa yang mengalami keluhan sakit berupa mual, pusing, dan muntah, serta gejala lain.
Kemudian dilakukan pemeriksaan awal dan CT Scan terhadap salah satu mahasiswa dengan hasil tidak ada cidera atau pendarahan di kepala. Selanjutnya dilakukan tes Widal (untuk mendiagnosa demam tifoid) dimana didapatkan hasil mengalami sakit tipus.
"Jadi dua mahasiswa itu satu mengalami sakit tipus dan satu mempunyai penyakit bawaan asma. Untuk mahasiswa yang penderita asma tersebut saat ini dalam keadaan sembuh," katanya.
Donny juga menyebutkan banyaknya informasi yang beredar bahwa mahasiswa yang dirawat akibat kekerasan atau pemukulan dari aparat kepolisian yang mengamankan demo tersebut.
Ia memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Berita Terkait
-
Modus Tambang Luar IUP Terbongkar, Kejagung Jebloskan Bos Bauksit Sudianto Aseng ke Penjara
-
Menggugat Integritas di Balik Tanding Ulang LCC Empat Pilar MPR RI
-
Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar
-
Bukan Minta Maaf, Juri LCC MPR RI Malah Unggah Status Menantang Publik
-
Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
5 Sepatu Lari Terbaik untuk Lari Santai di Waterfront Kapuas Pontianak saat Sore Hari
-
Jokowi Bakal Main Film Kolosal Dayak? Panglima Jilah Sebut Jadi Pemeran Utama
-
Operasi Pasar Murah Pontianak 2026, 6.000 Paket Sembako Dijual Jelang Idul Adha
-
Kalimantan Barat Jadi Penyumbang Titik Panas Terbesar, Karhutla Dikhawatirkan Meluas