Nikita Mirzani mengatakan, dirinya dan para ulama itu tak beda.
"Sama-sama makan nasi. Tapi kalian keroyokan, saya sendiran," ujarnya.
Kendati diserang banyak orang, Nikita Mirzani menegaskan ia tak punya kekhawatiran.
"Saya nggak gentar, kalian saja yang terlalu berisik," ucap bintang film Comic 8 ini.
Nikita Mirzani juga mengatakan tak takut balik menyerang orang-orang tersebut.
"Jangan asal ngatain, entar saya katain balik anda dan pengikutnya malah marah kayak kerasukan setan," imbuh janda tiga anak ini.
Selain diserang lewat kata-kata, Nikita Mirzani juga sempat mendapat ancaman.
Ustaz Maaher at-Thuwailibi mengatakan akan membawa 800 orang menggeruduk rumah Nikita Mirzani pada Kamis (12/11/2020).
Ancaman itu tak terbukti, Nikita Mirzani pun memberikan pesan menohok.
Baca Juga: Kiki The Potters: Nikita Mirzani Lonte, Main Dukun, Musyrik, Na'udzubillah!
"Saya warga negara Indonesia diancam sama laki-laki yang mulutnya kayak sampah, jelas dijagain. Iri? Bilang bos!" kata Nikita Mirzani.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut
-
Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama
-
IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan