SuaraKalbar.id - Dua warga Mempawah, Kalimantan Barat yakni Agus Minarni dan suaminya Muhammad Nur Kholifatul ada di daftar manifest pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh, Sabtu (9/1/2020).
Pasutri tersebut sempat memesan taksi supaya dijemput dan ditunggu di Bandara Supadio, Pontianak sesaat sebelum terbang dari Jakarta.
Hal itu diceritakan Muhammmad Yasin, sopir taksi yang sedianya menjemput Agus dan suaminya.
Muhamamad Yasin mengaku terkejut mendengar kabar pesawat Sriwijaya Air yang SJY-182 hilang kontak. Ia bahkan sampai tak bisa berkata-kata memikirkan nasib Agus dan suaminya.
Ia pun hanya bisa mendoakan supaya pasutri tersebut diberi keselamatan.
"Saya sampai gemetaran. Saya bimbang dan khawatir dengan Ustazah Agus dan suaminya. Saya selalu berdoa semoga beliau berdua diberikan Allah SWT keselamatan," kata Muhammad Yasin kepada Suarakalbar.co.id, jaringan Suara.com.
Diminta Menjemput
Muhammad Yasin yang merupakan sopir taksi Taksi FF-Transport Mempawah dipesan Agus Minarni agar menjemput dan menunggunya di Bandara Supadio, Sabtu (9/1/2020) pukul 13.46 WIB
Dia mengatakan, Agus Minarni sempat mengirimkan pesan via WhatsApp menginformasikan kalau pesawat yang ditumpangi terbang terlambat atau delay.
Baca Juga: Menhub Pantau Langsung Posko Pencarian Pesawat Sriwijaya Jatuh di JICT 2
"Bu Ustazah Agus Minarni memberi tahu bahwa dia akan terbang terlambat, meski tidak ada pemberitahuan delay. Saya juga diberi tahu kalau di Jakarta lagi hujan, jadi akan
terbang menunggu hujan reda,” jelas Muhammad Yasin.
Mendapat pesan itu, Muhammad Yasin membalas silakan diinfokan lebih lanjut jika pesawat sudah mau terbang.
“Lalu pada pukul 14.05, ibu Ustadzah kembali mengirim pesan ke saya bahwa pesawat sudah akan berangkat. Saya balas, bahwa saya memperkirakan beliau akan sampai pada pukul empat sore. Beliau lalu jawab dengan mengiyakan,” kata Yasin.
Setelah tahu sang calon penumpang telah dalam penerbangan menuju Bandara Supadio Pontianak, Muhammad Yasin pun bergegas ke bandara.
Setibanya di bandara, dia menunggu di lokasi parkir. Namun hingga pukul 16.30 WIB, Muhammad Yasin mulai gelisah karena pesawat tidak kunjung tiba.
"Tapi saya tetap sabar nunggu. Baru sekitar hampir pukul 6 sore, saya mendapat kabar pesawat yang ditumpangi ustadzah hilang kontak. Saya langsung lemas dan panik,” ujar Muhammad Yasin lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas
-
UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah