SuaraKalbar.id - Manajer Borneo FC, Farid Abubakar, mulai heran dengan kompetisi yang tak kunjung bergulir. Padahal, menurutnya, kegiatan-kegiatan lain diperbolehkan.
Seperti diketahui, pandemi COVID-19 membuat kompetisi sepakbola di Tanah Air tidak jelas. Kepolisian belum mau memberikan izin kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator untuk menjalankan kembali liga pada Februari 2021.
Seperti diketahui, PSSI dan PT LIB memang merencanakan kembali jalankan kompetisi setelah terhenti pada Maret 2020 karena pandemi COVID-19.
Februari 2021 dipilih karena pada Oktober lalu, PSSI dan PT LIB tak mendapatkan izin dari kepolisian, dengan pertimbangan masih tingginya angka penyebaran virus corona di Indonesia.
"Ada apa sebenarnya dengan sepakbola kita? Kenapa sampai saat ini sepakbola kita masih belum bisa bergulir karena corona? terus dengan acara kumpul-kumpul lainnya, kok aman-aman saja," kata Farid dalam rilis klub.
Farid berharap Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali bisa turun tangan. Ia yakin izin bakal keluar jika keduanya bisa membantu agar mendapat izin.
Apalagi, Jokowi pernah menyampaikan pesan kepada Amali untuk memperhatikan sepakbola Tanah Air. Justru saat ini malah sepakbola Indonesia sedang terhenti.
Padahal, protokol kesehatan yang sangat ketat bakal dijalankan selama kompetisi berlangsung. Klub-klub pun sudah siap menjalaninya, termasuk menggelar pertandingan tanpa penonton.
"Sepakbola kita siap mengikuti protokol yang ada dan bahkan siap digelar tanpa penonton. Tapi ada apa sebenarnya ini dengan perizinan negara kita?," jelas Farid.
Baca Juga: Anak Presiden Jokowi Minta Pasoepati Tak Anak Tirikan Bhayangkara Solo FC
"Waktu pelantikan Menpora yang baru kala itu Pak Jokowi bicara, ‘Sepakbolanya, pak’. Presiden meminta tolong kepada Menpora untuk dibaikin sepakbola kita bukan diberhentikan sepakbola kita."
"Persoalan izin saya harap Menpora dan mungkin pak Presiden kita juga bisa langsung meminta kepada pihak kepolisian untuk memberikan izin pertandingan," pungkasnya.
Nasib kompetisi 2020 akan ditentukan dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI dalam waktu dekat. Sebelum itu, PSSI menunggu laporan dari PT LIB yang akan melakukan pertemuan dengan peserta kompetisi untuk meminta saran terkait kelanjutan kompetisi 2020 pada 22 Januari mendatang.
Bukan tak mungkin kompetisi 2020 dibatalkan yang kemudian diganti musim baru. Namun, untuk menjalankan kembali kompetisi tetap masih butuh izin dari kepolisian.
Berita Terkait
-
Saling Lempar Senyum, Jokowi Beri Jempol Usai Dengarkan Pidato Prabowo
-
Sambil Tertawa, Jokowi Acungkan Jempol ke Prabowo Usai Dengar Pidato Kenegaraan
-
Gibran Pilih Naik Maung Pindad ke Sidang Tahunan MPR, Kontras dengan Jokowi yang Pakai BMW Listrik
-
Jokowi Hadiri Sidang Tahunan di DPR, Datang Sendiri Pakai Mobil BMW Listrik
-
Undangan Diantar Langsung ke Sumber Solo, Jokowi Pastikan Hadir di Sidang Tahunan MPR
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
BRImo Catat 49,7 Juta Pengguna, Volume Transaksi Capai Rp4.166 Triliun hingga Juni 2026
-
BRI Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Transformasi BRILink Agen
-
Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal
-
Karhutla Ganggu Kualitas Udara, 934 Kasus ISPA Tercatat di Kayong Utara
-
BRI Sambut Positif Penempatan Dana SAL, Fokus Dorong Pembiayaan UMKM