Scroll untuk membaca artikel
Rizki Nurmansyah
Minggu, 17 Januari 2021 | 18:42 WIB
Isak tangis keluarga saat mengantarkan jenazah Dinda Amelia, korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182, ke tempat peristirahatan terakhir, Minggu (17/1/2021). [SuaraKalbar.id/Ocsya Ade CP]

SuaraKalbar.id - Jenazah Dinda Amelia telah diantarkan ke tempat peristirahatan terakhir di Pemakaman Muslim Sungai Durian, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Gadis 15 tahun ini menjadi salah satu korban tragedi jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182, Sabtu (9/1/2021) lalu.

Jenazah Dinda Amelia diterbangkan dari Jakarta dan tiba di rumah duka di Jalan Sungai Durian Laut, Gang Kurnia, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat pada Minggu (17/1/2020) pagi.

Kesedihan mendalam mulai tak bisa terbendung. Bahkan isak tangis terus mengalir saat jenazah korban keluar dari mobil ambulans yang tiba di rumah duka.

Baca Juga: DVI Polri Terima 188 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air

Kedua kakak korban, mulai dari penjemputan jenazah di pintu kedatangan VIP Room Pemda Kalbar Bandara Supadio hingga pengantaran peristirahatan terakhir, tak henti menangis.

Bungsu dari Haryanto dan Siti Lena ini masih duduk di kelas IX SMP Sungai Raya.

Pada 27 Desember 2020, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-15, Dinda Amelia ikut ke Jakarta bersama keluarga dari Kepala Dinas Logistik (Kadislog) Lanud Supadio, Kolonel Teknik Akhmad Khaidir.

Selama ini, Lena memang bekerja di kediaman Kadislog. Dinda pun sering ikut dengannya. Sampai akhirnya mereka dianggap keluarga oleh Kadislog.

"Dia (anaknya) ikut tantenya (istri Kadislog). Sebenarnya saya ikut, tapi karena bapaknya Dinda datang, saya tidak ikut. Anak saya saja yang ikut (ke Jakarta),” kisah Lena, belum lama ini ditemui di Posko Crisis Center Sriwijaya Air SJ 182 Pontianak.

Baca Juga: Perpanjangan Pencarian Sriwijaya Air, Basarnas Tunggu Hasil Evaluasi Besok

Setelah puas liburan, Dinda Amelia dijadwalkan kembali ke Pontianak pada Sabtu (9/1/2021).

Load More