Setibanya lima jenazah keluarga Iwan menggunakan Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-184 ini, kemudian dilakukan penyerahan dari Kepala Kantor SAR Kalbar Yopi Haryadi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar. Selanjutnya, Gubernur Kalbar Sutarmidji menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga.
Sutarmidji mewakili Pemprov Kalbar turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini.
"Semoga semua almarhum dan almarhumah korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 ditempatkan yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Yakinlah kalau para korban, dalam hal ini meninggal dalam keadaan sahid dan ditempatkan yang terbaik di sisi Allah SWT," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, pesawat yang ditumpangi mereka rute Jakarta-Pontianak ini, hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB. Kemudian dinyatakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, yakni di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.
Baca Juga: 6 Jenaza Korban Sriwijaya Air Jatuh Tiba di Kalimantan Barat
Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 mil laut di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.
Pesawat tinggal landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.
Berdasarkan data manifes penerbangan, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi, sedangkan 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.
Selain lima jenazah keluarga dari Iwan ini, jenazah Muhammad Nur Kholifatil Amin (46) juga tiba dengan pesawat yang sama. Ustaz Muhammad Nur Kholifatil Amin merupakan pengasuh Pondok Pesentren Darussalam, Sengkubang, Kabupaten Mempawah.
Setelah serah terima, jenazahnya dibawa ke rumah duka di Sengkubanh untuk segera dimakamkan di samping istrinya, Agus Minarni yang lebih dahulu teridentifikasi dan dimakamkan.
Baca Juga: Isak Tangis Iringi Pemakaman Korban Sriwijaya Air di Lubuklinggau
Dengan demikian, total korban yang sudah teridentifikasi adalah 49 orang. Sementara masih 13 belum teridentifikasi. Tiga di antaranya adalah Panca Widia Nursanti asal Pontianak, bayi bernama Daniya yang merupakan anak dari korban Supianto warga Pontianak. Kemudian korban atas nama Razanah asal Kabupaten Ketapang.
Berita Terkait
-
Jadwal Buka Puasa Pontianak dan Sunah-Sunah Berbuka Puasa
-
DPR Desak KY Usut Hakim Pembebas WN China Penambang Emas Ilegal, Ada Dugaan Intervensi?
-
Kopi Saring Sinar Pagi: Sarapan Nikmat, Sentuhan Khas Pontianak di Bandung
-
Chery J6: SUV Listrik Tangguh Siap Taklukkan Jalanan Pontianak
-
Siap Bertarung di Pilkada 2024, Ini Nomor Urut Paslon Wali Kota Pontianak
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Panduan Jelajah Bukit Kelam: Destinasi Wisata di Sintang yang Menakjubkan
-
Mengenal Tradisi Gawai Dayak: Tempat Liburan Sekaligus Menyelami Budaya Lokal
-
Rute Perjalanan Darat dari Pontianak ke Kapuas Hulu: Apa yang Perlu Kamu Siapkan?
-
Kuliner Khas Kalimantan Barat: 7 Makanan yang Wajib Dicoba Saat Liburan
-
10 Tempat Wisata Alam Terbaik di Kalimantan Barat yang Wajib Dikunjungi