Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Minggu, 24 Januari 2021 | 11:52 WIB
5 Jasad Korban Sriwijaya Air Dimakamkan Satu Liang Lahad (Suara.com/Ocsya)

Setibanya lima jenazah keluarga Iwan menggunakan Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-184 ini, kemudian dilakukan penyerahan dari Kepala Kantor SAR Kalbar Yopi Haryadi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar. Selanjutnya, Gubernur Kalbar Sutarmidji menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga.

Sutarmidji mewakili Pemprov Kalbar turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini.

"Semoga semua almarhum dan almarhumah korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 ditempatkan yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Yakinlah kalau para korban, dalam hal ini meninggal dalam keadaan sahid dan ditempatkan yang terbaik di sisi Allah SWT," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, pesawat yang ditumpangi mereka rute Jakarta-Pontianak ini, hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB. Kemudian dinyatakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, yakni di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Baca Juga: 6 Jenaza Korban Sriwijaya Air Jatuh Tiba di Kalimantan Barat

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 mil laut di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat tinggal landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifes penerbangan, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi, sedangkan 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Selain lima jenazah keluarga dari Iwan ini, jenazah Muhammad Nur Kholifatil Amin (46) juga tiba dengan pesawat yang sama. Ustaz Muhammad Nur Kholifatil Amin merupakan pengasuh Pondok Pesentren Darussalam, Sengkubang, Kabupaten Mempawah.

Setelah serah terima, jenazahnya dibawa ke rumah duka di Sengkubanh untuk segera dimakamkan di samping istrinya, Agus Minarni yang lebih dahulu teridentifikasi dan dimakamkan.

Baca Juga: Isak Tangis Iringi Pemakaman Korban Sriwijaya Air di Lubuklinggau

Dengan demikian, total korban yang sudah teridentifikasi adalah 49 orang. Sementara masih 13 belum teridentifikasi. Tiga di antaranya adalah Panca Widia Nursanti asal Pontianak, bayi bernama Daniya yang merupakan anak dari korban Supianto warga Pontianak. Kemudian korban atas nama Razanah asal Kabupaten Ketapang.

Load More