SuaraKalbar.id - Seorang warga Desa Manarap, RT 02/ RW 01, Kecamatan Danau Panggang, Hulu Sungai Utara (HSU) melakukan penganiayaan terhadap tetangganya sendiri yang dituduh telah melakukan santet.
Cerita bermula ketika pelaku penganiayaan Anwar (51) memukul tetangganya Supiani (54) dengan batang kayu ulin di mushola Miftahul Khiar, Desa Manara.
Saat kejadian, Supiani tengah mengobrol membicarakan pembangunan mushola bersama warga lainnya.
"Tak berselang lama tiba-tiba tersangka Anwar langsung memukul kepala korban satu kali menggunakan kayu ulin hingga korban jatuh. Sementara kayu ulin tersebut patah dua," ungkap Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan melalui Kapolsek Danau Panggang Iptu Syaifullah dikutip dari Kanalkalimantan.com, Sabtu (30/1/2021)
Spontan, lanjut Kapolsek, warga pun melerai kejadian tersebut. Alih-alih berhenti, Anwar malah mau menusukkan patahan ulin tersebut ke arah korban yang sudah jatuh.
Mendapat laporan warga, Unit Reskrim Polsek Danau Panggang mendatangi TKP menolong korban. Polisi pun melakukan pencarian terhadap Anwar yang usai melakukan penganiayaan tersangka langsung menghilang.
“Selang satu jam kemudian tersangka Anwar berhasil kita amankan di rumahnya di desa Manarap Hulu Danau Panggang,” tambah Kapolsek.
Kepada polisi, tersangka Anwar mengakui perbuatannya melakukan penganiayaan itu disebabkan karena korban telah menyantetnya. “Untuk terduga sudah diamankan di Mapolsek Danau Panggang guna proses penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.
Atas kejadian ini tersangka bisa dikenakan pasal 351 ayat ( 1 ) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun.
Baca Juga: Gebby Vesta Diguna-guna? Dikirimi Kolor dan Bau Bangkai
Sementara barang bukti yang berhasil diamankan polisi yaitu satu lembar baju batik kemeja lengan panjang warna coklat muda yang ada bercak darah, satu bilah kayu ulin panjang sekitar 40 cm yang telah patah jadi 2 bagian masing-masing 25 cm dan 15 cm.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kabut Asap Kepung Kubu Raya, Presiden Prabowo Tinjau Karhutla di Tengah Udara 'Sangat Tidak Sehat'
-
Prabowo Datang ke Titik Karhutla Kubu Raya, Minta Pemadaman Dipercepat
-
Duh! Asap Karhutla Ketapang Mengancam Pontianak hingga Negara Tetangga
-
BRI Group Sabet Enam Penghargaan Bergengsi Finance Asia 2026
-
Pengguna Qlola Tumbuh 42,6 Persen, BRI Hadirkan Tampilan Baru untuk Nasabah Bisnis