SuaraKalbar.id - Tahun baru Imlek 2021 akan jatuh pada 12 Februari mendatang disambut berbeda karena adanya pandemi Covid-19.
Bila pada tahun-tahun sebelumnya, masyarakat Tionghoa bersemangat dan menyiapkan segalanya agar perayaan ini meriah. Tahun ini, kegiatan perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang menimbulkan kerumunan pun dilarang oleh pemerintah.
Hal itu tentu berdampak pada penjualan pernak-pernik Imlek dan Cap Go Meh di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Para penjual hiasan Imlek mengaku, mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan. Bahkan, mencapai lebih dari 80 persen.
"Untuk penjualan jelang Imlek tahun ini sangat menurun drastis. Ini dampak dari pandemi. Jauh sekali omzet penjualan tahun ini sangat menurun tajam. Sampai 80 persen lebih turunnya. Ya karena saat pendemi, banyak yang dilarang ya, jadi minat masyarakat Tionghoa untuk membeli perhiasan Imlek itu jauh berkurang," ungkap Acek Tebu kepada SuaraKalbar.id, Jumat (5/2/2021).
Pria usia 56 tahun ini sudah menekuni usaha penjualan pernak-pernik Imlek dan alat sembayang masyarakat Tionghoa sejak 2012. Ia mengatakan, jika dibanding tahun sebelumnya, angka penjualan tahun ini jauh merosot tajam.
"Karena itu, tahun ini kita tak berani menyetok banyak barang, hanya barang-barang yang kemungkinan besar dibeli saja. Karena takut tidak habis, paling banyak kita stok cuma lampion, stiker doa, sama kantong angpao. Selebihnya hanya peralatan sembayang, itu saja," tuturnya.
Dessy yang juga menjual pernak-pernik dan peralatan sembayang di Jalan Merdeka Ketapang mengalami hal serupa. Untuk tahun ini omzet penjualannya memang terjun jauh. Walau setiap harinya masih ada pembeli dalam jumlah kecil.
"Memang betul penjualan tahun ini jauh menurun. Tak bisa dihindari karena pandemi ini. Walaupun di toko kita setiap hari selalu ada yang belanja barang-barang kecil. Kalau tahun kemarin banyak yang datang pakai borong untuk perhiasan rumah," katanya.
Dessy berharap, pandemi segera berakhir. Agar, perekonomian kembali pulih. Dan, seluruh umat beragama dapat kembali merayakan perayaan keagamaan masing-masing dengan sukacita.
Baca Juga: Duh, Masih Ada Tempat Hiburan Malam di Ketapang Abaikan Prokes
"Ya mudah-mudahan Pak Jokowi bisa cepat menghilangkan covid ini ya, kan sudah ada vaksin yang dibagikan. Jadi tahun depan kita bisa meriah lagi, Idul Fitri bareng teman, Natal sama teman, Imlek bisa meriah seperti tahun lalu. Kalau seperti ini kan semua jadi tidak meriah," harap perempuan 24 tahun ini.
Salah satu warga Tionghoa asal Ketapang, Handoyo mengatakan, pada tahun ini dirinya hanya membeli beberapa lampion untuk hiasan rumah. Serta pernak-pernik kecil, untuk perayaan malam Imlek bersama keluarga di rumah.
"Seperti yang dilihat ini, saya cuma membeli lampion dan pernak-pernik secukupnya. Karena tahun ini memang kita hanya merayakan Imlek di rumah bersama keluarga, sesuai anjuran pemerintah," ujar pria 51 tahun ini.
Karena pandemi ini, Handoyo juga membatalkan rencana untuk merayakan Imlek di Kota Pontianak dan Kota Singkawang. Hal ini, untuk menghindari kerumunan dan menjauhkan keluarga dari risiko penularan Covid-19.
"Memang dulu kita ada rencana mau ke Pontianak sama Singkawang untuk merayakan Kmlek dan Cap Go Meh tahun 2021 ini, tapi saya batalkan karena takut keluarga tertular Covid saat berkerumunan. Jadi tahun ini ya kami sekeluarga cukup di Ketapang saja," tutupnya.
Kontributor : Ocsya Ade CP
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
BRI Consumer Expo 2026 Tawarkan Hunian, Kendaraan, dan Liburan Impian
-
Mengapa Anak di Bawah Umur Masih Bisa Masuk Tempat Hiburan Malam di Pontianak?
-
Kedepankan Pendekatan Advisory, BRI Raih Global Private Banking Innovation Awards 2026
-
BRI Catat Pertumbuhan 29,4%, Registrasi BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
-
11 Tahun Teras Kapal BRI, Hadirkan Layanan Perbankan Hingga Pulau Terluar