SuaraKalbar.id - Eks Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain atau Tengku Zul sebut Habib Rizieq aset negara. Ini berdasarkan pandangannya.
Awalnya, Tengku Zul memberikan selamat kepada Habib Rizieq Shihab (HRS) yang berhasil memperoleh gelar doktor meski kini berada di tahanan karena kasus kerumunan.
Tengku Zul turut berbahagia atas torehan yang dicapai Habib Rizieq. Hal itu disampaikan melalui cuitan di akun Twitter pribadinya.
"Selamat atas suksesnya HRS meraih gelar Phd dari USIM, Malaysia. Meski diselesaikan dari jeruji besi," cuitnya.
Terkait hal itu, Tengku Zul mengklaim kalau sebenarnya Habib Rizieq aset negara. Namun dia mempertanyakan mengapa ada sebagian orang yang menganggap eks pentolan FPI tersebut musuh. Baginya itu tak masuk akal.
"Beliau itu sebenarnya aset negara. Kenapa mesti dianggap musuh hanya karena perbedaan politik?," sambungnya.
Kurang dari sejam unggahan itu dibagikan, banyak warganet yang memberikan komentar.
Tak sedikit yang warganet yang memberikan kritik tajam atas komentar Tengku Zul sebut Habib Rizieq aset negara. Mereka menentang anggapan itu.
"Tukan ngawur lagi. HRS dipenjara ya karena dia pasti punya masalah hukum bukan karena beda politik tiba-tiba dipenjara. Aduuuuh ustadz ,pliss jangan memecah belah begini," kata @tekun****.
Baca Juga: Kabar Gembira dari Rizieq, Kini Bergelar Doktor Kampus Malaysia di Penjara
"Berarti HRS selama ini bermain politik ya?! Baru tau...Kirain murni dakwah....," tulis @bezale***.
Sementara warganet lain memberikan tanggapan yang berbeda.
"Buya Hamka menulis Tafsir Al Azhar yang sangat bermanfaat setelah dipenjara Soekarno presiden seumur hidup, selama dua tahun tanpa pengadilan. Akankah sejarah berulang?," tanya @tumenggu***.
Habib Rizieq Dapat Gelar Doktor
Habib Rizieq Shihab mendapatkan gelar doktor dari Universiti Sains Islam Malaysia setelah menyelesaikan disertasinya.
Hal diungkapkan anggota tim advokasi Rizieq, Aziz Yanuar. Menurutnya, selama penahanan, Rizieq masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan ujian disertasi di penjara secara online.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Harga TBS Kelapa Sawit Kalbar April 2026 Tembus Rp3.726 Per Kilogram, Ini Rinciannya
-
Cara Menghilangkan Bekas Luka Gatal dengan Salep Herbal Lokal Khas Suku Dayak, Benarkah Ampuh?
-
Tips Memilih Helm yang Nyaman dan Tidak Bikin Pusing untuk Perjalanan Jauh Trans Kalimantan
-
Dana Hibah Rp15 Miliar Kampus di Singkawang Diusut, Mengapa Sempat Masuk Rekening Pribadi?
-
7 Hal yang Menentukan Harga AC di Pasaran