SuaraKalbar.id - Terjadi kebakaran hebat di Perbatasan RI-Malaysia, Selasa (11/5/2021) pagi. Kebakaran itu menghanguskan rumah warga..
Setidaknya ada dua rumah warga yang ludes terbakar dan beruntung tidak memakan korban jiwa.
Adapun lokasi kebakaran di Desa Melancau Kecamatan Puring Kencana, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, hangus terbakar.
Hal itu dibenarkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kapuas Hulu, Gunawan.
"Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB tadi pagi, saat ini api sudah padam, namun dua rumah hangus terbakar," ujarnya seperti dikutip dari Antara.
Gunawan menjelaskan, kebakaran tersebut menghanguskan rumah milik Agustinus Ungan dan Hasan.
Menurut keterangan warga ,api bersumber dari arah dapur salah satu rumah korban kebakaran.
Namun hingga kekinian belum diketahui pasti penyebab kebakaran di Perbatasan RI-Malaysia tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut
-
Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama
-
IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan