SuaraKalbar.id - Tradisi unik Suku Dayak di Kalimantan. Ada beragam tradisi suku Dayak, tak hanya kuping panjang yang terkenal.
Suku Dayak merupakan salah satu suku yang Pulau Kalimantan. Suku Dayak mengacu pada orang-orang asli non muslim, non melayu yang tinggal di Borneo.
Menurut statistik, jumlah Suku Dayak mencapai 3.009.494 atau 1,27 persen dari total penduduk Indonesia.
Mereka dikenal sebagai suku yang masih mempertahankan berbagai tradisi dari nenek moyangnya.
Ada berbagai tradisi unik yang masih dilestarikan oleh Suku Dayak sampai sekarang.
Selengkapnya, berikut tradisi unik Suku Dayak seperti dihimpun SuaraKalbar.id dari berbagai sumber.
Tradisi telingaan aruu biasa juga disebut sebagai tradisi kuping panjang. Tradisi ini pada dasarnya memanjangkan telinga perempuan sampai ke dada dengan menggunakan anting-anting yang disebut sebagai Belaong.
Anting-anting ini biasanya besar, berbentuk seperti gelang dan terbuat dari tembaga. Tradisi ini dilakukan oleh perempuan Suku Dayak untuk menyesuaikan standar kecantikan.
Baca Juga: Gaet Pelancong, Naik Dango Dibidik Jadi Agenda Wisata Tahunan Singkawang
Ada dua jenis anting-anting yang digunakan, yakni hisang semhaa dan hisang kavaat. Hisang semha dipasang di sekeliling lubang daun telinga, sedangkan hidang kavaat dipakai pada luban daun telinga.
Tradisi ini hanya dilakukan oleh beberapa suku Dayak yang berada di wilayah pedalam, seperti Dayak Punan, Dayak Kelabit, Dayak Taman, Dayak Penan, dan Dayak Kenyah.
2. Ngayau
Tradisi Ngayau merupakan tradisi yang cukup ekstrem. Tradisi ini disebut juga sebagai tradisi berburu kepala musuh.
Tak semua suku dayak melakukannya. Beberapa di antaranya adalah Suku Dayak Iban, Ngaju dan Kenyah.
Tradisi ngayau pernah disepakati untuk dihentikan pada tahun 1874. Saat itu, suku Dayak Kahayan melakukan pertemuan dengan beberapa suku rumpun lainnya karena tradisi Ngayau dapat menyebabkan perselisihan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla, 800 Ribu Hektar Hutan Terbakar: Ke Mana Orangutan Pergi?
-
Karhutla Belum Usai, Warga Kubu Raya Andalkan Hujan hingga Beli Air untuk Minum
-
Bawa Sport Tourism Indonesia Mendunia, BRI Dukung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
-
DPO Kasus Pemalsuan Sertifikat Pamar Lubis Ditangkap Buser Polda Metro Jaya
-
BRI Peduli Hadir untuk Mahesa, Bantu Wujudkan Mimpi Lewat Sepeda